Ini Penyebab Gorontalo Siang Hari Panas dan Malam Hari Sangat Dingin

60DTK – Gorontalo: Akhir-akhir ini suhu udara di Gorontalo dikeluhkan oleh beberapa warga, karena suhu udara pada siang hari yang panas dan malam hari sangat dingin.

Fenomena suhu dingin yang dirasakan warga Gorontalo ini menurut pihak BMKG merupakan bagian dari dampak musim kemarau yang belum berakhir dan salah satu penyebabnya aliran suhu dingin yang masuk dari daratan Australia melewati daratan Indonesia. Hal itu turut dipengaruhi oleh Benua Australia yang mulai mengalami musim dingin saat ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Gorontalo, Wahyu Guru I, mengatakan fenomena suhu dingin di Gorontalo ini sama seperti yang terjadi di pulau Jawa saat masa-masa kemarau.

“Sekarang ini anginnya masih angin Selatan dan Tenggara Selatan di mana masa udaranya masih masa udara kering. Jadi memang sangat minim sekali uap air dan kering,” jelas Wahyu saat dihubungi via telepon, Selasa (10/9/2019).

Wahyu juga menjelaskan, saat siang hari matahari tidak ada tutupan awan sehingga daratannya sangat panas, dan malam hari juga demikian tidak ada tutupan awan. “Hal ini karena masa udara yang melintas di Indonesia minim uap air. Serta pada malam hari daratan melepaskan panas yang diterima selama siang hari, sehingga menyebabkan suhu permukaan daratan turun. Itu yang menyebabkan malam lebih dingin.”

“Yang tercatat di tempat kami di Djalaludin atau khususnya daerah Isimu, suhu minimum hari ini atau tadi malam mencapai 17 derajat, dan ini merupakan suhu terendah minimum selama bulan september ini,” katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa suhu dingin yang mencapai 17 derajat semalam tak mengcover keseluruhan wilayah Gorontalo, bisa saja ada daerah lain di Gorontalo yang mengalami di bawah 17 derajat atau malah di atas 17 derajat tadi.

“Suhu dingin semalam masih dalam skala normal, dan belum termasuk dalam suhu ekstrem,” imbuhnya.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.