Jika Terjadi Bencana di Gorontalo, Masyarakat Harus Lari Kemana??

60DTK – Limboto : Sebagai daerah yang rawan bencana, Provinsi Gorontalo ternyata belum memiliki jalur evakuasi bencana. Di daerah ini belum ada petunjuk jalur evakuasi, kemana rakyat harus lewat, dan harus lari kalau terjadi bencana. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat membuka Simposium dan Workshop Hikmah Bencana Alam dan Mitigasi, di lokasi wisata Pentadio Resort, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (24/11/2018).

” Di Gorontalo ini belum ada petunjuk-petunjuk jalur evakuasi, kemana rakyat harus lewat, harus lari kalau terjadi bencana. Kemudian shelter, kita belum punya, bangunan-bangunan yang tinggi untuk nanti menampung rakyat apabila terjadi bencana,” ungkap Idris.

Selain belum tersedianya jalur evakuasi bencana, Idris juga menyebutkan jika kita tidak siap dalam menghadapi bencana yang disebabkan oleh dua hal, yaitu ketidaksiapan dalam mitigasi bencana dan OPD yang tidak siap.

”Hal ini disebabkan karena kita tidak menguasai mitigasi bencana. Kedua, organisasi perangkat daerah maupun instansi teknis lainnya, itu hanya sekedar saja ada dalam surat keputusan. Tapi apakah kita rutin melaksanakan rapat rapat?,” urai Idris mempertanyakan.

Menurutnya, untuk antisipasi terjadinya gempa, selama ini kita hanya percayakan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah saja, padahal ini adalah perangkat daerah yang mengkoordinir semua instansi.

Namun yang paling penting menurut wagub, bukan kita mempersiapkan organisasinya, tapi bagaimana kita bisa mengurangi akibat bencana itu, yaitu mitigasi bencana, mengurangi resiko kehilangan korban jiwa dan harta.

“Kita ini, langkah langkah antisipasi itu tidak ada. Seharusnya, baru mendung saja, kita sudah siap dengan payung. Kalau kita, air sudah setengah meter di rumah, baru kita siap siap dengan payung. Jadi langkah antisipasi itu tidak ada,” jelas idris.(rls/rds)