Kabupaten Ponorogo Peringati Hari Jadinya ke-524

60DTK, Ponorogo – Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ponorogo memperingati hari jadinya ke ke 524 tahun. Kegiatan dimulai sejak Senin (10/8/2020) malam dengan kegiatan istigotsah dan ziarah ke makam Bathoro Katong. Dilanjutkan berziarah ke makam Kyai Ageng Muhammad Besari Desa Tegalsari dan Petilasan Suryo Ngalam Surukubeng Desa Kutuwetan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo, Selasa (11/8/2020).

“Hari jadi ke 524 ini bukanlah usia yang bukan muda lagi. Banyak perjalanan sejarah yang bisa diambil hikmahnya. Meskipun perayaan kali ini sangat sederhana dan ringkas”, ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Menurutnya, perayaan hari jadiĀ  kali ini agak berbeda dari sebelumnya. Karena masih dalam masa pandemi sehingga perayaannya hanya sederhana dan ringkas. Meskipun begitu tidak mengurangi semangat untuk mengilhami dan memahami hari jadi.

Baca Juga: Pagelaran Reyog Ponorogo Kembali Dibuka

Kemudian dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD Ponorogo dengan tema membangun optimisme di tengah pandemi untuk mewujudkan Ponorogo yang lebih maju berbudaya dan religius. Dalam rapat itu Bupati memberikan penghargaan kepada mereka yang berjasa dalam pembangunan Ponorogo berupa sertifikat dan uang tunai.

“Saya punya gagasan setiap hari jadi kita berikan penghargaan kepada siapa saja orang Ponorogo yang berjasa dalam pembangunan Ponorogo,” tambahnya.

Meskipun penghargaan tak seberapa nilainya. Namun penghargaan itu diberikan sebagai bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengapresiasi mereka yang berdedikasi untuk Pembangunan Ponorogo. Diharapkan hal itu bisa dilakukan setiap tahun ketika peringatan Hari Jadi Ponorogo tanggal 11 Agustus.

“Perayaan ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur dan diharapkan bisa menjadi refleksi diri”, imbuh Ketua DPRD Ponorogo Sunarto.

Baca Juga: Tempat Karaoke Di Ponorogo Batal Dibuka

Perayaan ini pun sebagai salah satu bentuk syukur Pemerintah Kabupaten Ponorogo atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Sunarto pun berharap kegiatan ini bisa menjadi refleksi diri, menata kembali diri dan memperbaiki kekurangan.

Sunarto berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Kemudian karena sebentar lagi pilkada, dirinya berpesan agar masyarakat tidak terpecah belah akibat berbeda pendapat dan tidak mudah terprovokasi informasi terkait pilkada.

 

 

 

Pewarta: Ika Luciana Marwati