Kacang Kawangkoang dan Tawa Lepas Peserta JWS

  • Whatsapp
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, bersama rombongan JWS, saat menikmati kacang Kawangkoan dan segelas kopi di salah satu warung di Kecamatan Kawangkoan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (29/02/2020). (Foto - Salman Humas Pemprov Gorontalo)

60DTK-Tomohon: Sambil menikmati keindahan alam nan sejuk yang disuguhkan Kota Tomohon, Peserta touring Jelajah Wisata Sulawesi (JWS), menyempatkan waktu untuk nongkrong di salah satu warung kopi yang berada di Kecamatan Kawangkoan, salah satu wilayah pemasok kacang terbesar di Provinsi Sulawesi Utara.

Di warung kopi itu, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bersama rombongan JWS, tertarik untuk mencoba menikmati salah satu makanan khas yang dibuat dan dijual oleh masyarakat setempat, yakni kacang Kawangkoan.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Peserta Touring JWS 2020 Tiba Di Bolsel Sulawesi Utara

Rusli dan Peserta JWS tampak akrab dengan beberapa pedagang setempat. Seraya bercerita perjalanan yang telah ditempuh, sesekali mereka terlihat tertawa bersama. Segelas kopi dan gurihnya kacang Kawangkoan seakan membuat mereka lupa akan lelahnya berkendara selama berjam – jam lamanya.

Kacang Kawangkoan sendiri merupakan sejenis kacang tanah yang diolah dengan cara disangrai (digoreng) dalam sebuah wajan tanpa dikupas, dan dicampur dengan pasir gunung. Pada proses sangrai ini, kacang dan pasir ini diaduk secara terus menerus hingga sekitar 45 menit, sampai kacang matang.

Baca juga: Peserta Touring JWS 2020 Terpesona Dengan Destinasi Wisata Gorontalo

“Kami mampir menikmati alam yang sejuk dan bagus, kami juga menikmati kacang khas Kawangkoan. Ini enak banget kacangnya. Sekaligus kita membagi bagi rezeki kepada pedagang kecil di sini, membeli semua produk – produk yang jadi khas di sini. Kita belanja,” ujar Rusli Habibie sambil menikmati kacang Kawangkoan, Sabtu (29/02/2020).

Merasa nikmat dengan suguhan itu, Ia pun turut mengajak siapa pun untuk bisa datang melancong ke Sulawesi.

Baca juga: Peserta JWS 2020 Serahkan Santunan Ke 299 Anak Yatim Di Gorontalo

“Mari kita datang ke Sulawesi, pasti anda puas,” tegasnya menutup wawancara.

 

Penulis: Andrianto Sanga

Pos terkait