Marten Taha: Kita Tidak PSBB, Tapi Mari Kita Laksanakan Seperti PSBB

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha (Tengah) Saat Mengikuti Dialog Interaktif RRI, dengan topik Perketat Protokol Kesehatan di Studio Tri Prasetya,RRI Gorontalo, Senin (05/10/2020). Foto: Hendra 60DTK

60DTK, Kota Gorontalo –  Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo memperketat penegakan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian. Hal ini dalam upaya meminimalisir angka penularan Covid-19.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menjelaskan, pihaknya saat ini gencar melakukan penegakan protokol kesehatan. Jika ada yang melanggar, akan mendapatkan sanksi sosial, seperti menyanyikan lagu-lagu nasional sampai dengan push up. kalau itu pelaku usaha, maka izin usahanya di tarik untuk sementara waktu.

“Pada intinya kita meningkatkan  pengetatan Protokol Kesehatan. Ketimbang kita melakukan berbagai kebijakan, misalnya PSBB. Itu akan menuai penolakan yang besar-besaran dari masyarakat,” tegas Wali Kota Gorontalo, Marten saat mengikuti dialog interaktif RRI, dengan topik Perketat Protokol Kesehatan di Studio Tri Prasetya, RRI Gorontalo, Senin (05/10/2020).

Baca Juga: Tingkatkan PAD Lewat Pajak, Pemkot Gorontalo Jalin Kerja Sama Dengan PT PLN Persero

“Kita tidak PSBB, tapi mari kita laksanakan seperti PSBB. Artinya kita memperketat Protokol Kesehatan. Kita ingin hidup normal kan?, ekonomi harus bergerak, kita harus produktif. Maka jangan hanya seenaknya melanggar protokol kesehatan,” lanjut Marten.

Namun, kata Marten semua usaha Pemda Kota dalam meminimalisir angka penularan tidak akan maksimal, tanpa ada bantuan dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat sangat memegang peran penting dalam semua kebijakan dari pemerintah.

Baca Juga: Marten Taha: Hindari Zina Dan Miras Dengan Perbanyak Baca Quran

Ia juga berharap agar pada malam hari, apabila sudah tidak memiiki kepentingan yang mendesak, alangkah baiknya untuk  segera pulang ke rumah masing-masing. Ini juga adalah kebaikan bersama, selain menjaga dari Covid-19, kita juga aman dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tapi, tidak semua wilayah ini kita bisa jaga sekaligus. karena aparat kan terbatas. Kalau mejaga semua penduduk 210 Jiwa, aparat juga harus 210 orang  kan tidak mungkin. Begitu juga kalau malam hari, sudah tidak ada kepentingan jam 9 malam sudah tidak perlu lagi aktivitas dijalan-jalan. Segera pulanglah ke rumah masing-masing,” tegasnya.

 

 

Pewarta: Hendra Setiawan