Melalui Rumah Kompos, Pemkot Gorontalo Komitmen Kurangi Sampah

60DTK – Gorontalo: Program rumah kompos yang mulai dijalankan pada bulan September 2019 kemarin, merupakan program pengurangan sampah yang dilakukan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo sesuai aturan Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada). Rabu (16/10).

“Rumah kompos ini baru satu kami adakan, yang bertempat di pasar Liluwo. Posisi rumah kompos ini akan menyasar sisa makanan, sayuran dan buah-buahan yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan kembali,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Domestik, Dinas Lingkungan Hidup, Kota Gorontalo, Kasim Pilobu, saat di wawancarai di kantornya.

Kasim mengatakan, rumah kompos jadi salah satu cara pengurangan sampah yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Karena pada tahun 2019 Pemkot sudah mengadakan beberapa komposter, fungsinya untuk mengurangi sampah sisa makanan , sampah sayur dan sampah buah-buahan. Di rumah kompos itu juga sudah dipasang tiga tong komposter, yang sekali waktu masyarakat sekitar bisa memanfaatkan hasil dari pupuk kompos tersebut.

“Sampah makanan dan sisa sayuran harus dikomposkan. Jadi sisa makanan, sayuran dan buah bisa diolah kembali melalui tong komposter tersebut yang telah disediakan melalui rumah kompos. Hasilnya akan ada dua jenis kompos nantinya; kompos cair dan padat.  Dan rumah kompos ini perdana dibuat di Pasar Liluwo dan akan menyusul selanjutnya di pasar Moodu.”

Meskipun rumah kompos ini baru dipasang bulan lalu, keberadaannya sudah memberikan dampak  yang baik atas pengurangan  penyetoran sampah Kota Gorontalo ke TPA Talumelito. Penurunan sampah di pasar Liluwo melalui adanya rumah kompos ini dikatakan langsung oleh Kabid Pengelolaan Sampah Domestik tersebut.

“Ada peningkatan dari pengurangan sampah sisa makanan, sayur dan buah yang harus dibuang ke Talumelito berkurang, begitupun dengan pembayaran setiap bulannya, juga ikut berkurang. Rumah kompos ini sangat membantu,” ujar kasim.

Kasim juga mengharapkan, agar masyarakat Gorontalo mulai memiliki budaya sadar lingkungan, agar kebersihan Kota Gorontalo bisa dijaga secara bersama-sama.

“Menjaga kebersihan ini, juga tanggung jawab masyarakat sebenarnya, kalau masyarakat sadar sampah pasti lingkungan kita juga bisa bersih. Ke depan bukan hanya di pasar saja, tapi di perumahan dan taman-taman Kota akan dibuatkan lubang pengomposan nantinya,” tambahnya di akhir wawancara.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.