Menkes: Metode Plasma Convalescent Dapat Menurunkan Angka Pasien Covid-19

60DTK, Bandung – Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menegaskan, dengan metode plasma convalescent pasien Coronavirus Disease 2019 pun menjadi sembuh.

Hal ini di ungkap, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau langsung Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu (20/6/2020).

“RSHS Bandung mampu mengurangi jumlah pasien Coronavirus Disease (Covid-19) dengan metode plasma convalescent,” ulas Terawan.

Baca Juga: Bertambah 1.226 Orang Terkonfermasi Positif Covid-19

Selain itu, Menko PMK Muhadjir juga mengapresiasi metode yang dilakukan oleh RSHS. Hasil dari metode ini berdampak baik bagi pasien dan penerapan pengobatan menggunakan plasma ini yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan bisa digunakan untuk seluruh Indonesia.

Yang mana metode plasma convalescent, menurut dia ini merupakan terapi yang menggunakan bagian plasma darah penyintas Covid-19 yang telah sembuh. Plasma darah tersebut ditransfusikan ke tubuh pasien positif Covid-19.

Baca Juga: Kemendagri Petakan 270 Daerah Yang Bakal Menyelenggarakan Pilkada Serentak

Lebih lanjut, Muhajir menegaskan, golongan darah antara pendonor dan pasien yang akan menerima donor plasma tersebut harus sama. Saat seseorang terinfeksi virus corona, sistem imun tubuhnya akan mulai memproduksi antibodi.

“Khususnya sel pelindung yang mengenali dan melawan virus corona. Ketika pasien dinyatakan sembuh, antibodi ini akan tersimpan dengan sendirinya dalam darah,” jelasnya.

“Untuk itu, RSHS telah siap memberikan pelayanan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan memberlakukan zona di rumah sakit (zona hijau, kuning, dan zona merah),” tandas Menko PMK Muhadjir. (rls)

 

 

Penulis: Achmad Zunaidi

Sumber: Kemenkominfo/infopublik.id

Comments are closed.