60DTK, Gorontalo : Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memastikan pembangunan ruas Jalan Tulabolo–Pinogu tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan dengan mengutamakan perlindungan ekosistem hutan dan habitat satwa liar.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan survei ekologis koridor satwa, habitat, lintasan satwa, serta flora endemik pada ruas Jalan Tulabolo–Pinogu yang digelar di Kantor Bappeda Litbang Bone Bolango, Selasa (21/7/2026).
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan pembangunan jalan menuju Kecamatan Pinogu merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Namun, proses perencanaan harus tetap memperhatikan aspek ekologis agar keberadaan kawasan hutan tetap terjaga.
“Jalan Tulabolo–Pinogu ini penting bagi masyarakat dan menjadi kepentingan bersama. Tetapi dalam perencanaannya kita wajib memperhatikan kepentingan ekologis yang harus dilindungi,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, sebelum desain jalan ditetapkan, pemerintah daerah bersama kalangan akademisi terlebih dahulu melakukan survei ekologis untuk memetakan habitat satwa, koridor perlintasan satwa liar, serta keberadaan flora endemik di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah mitigasi terhadap potensi dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat pembangunan akses jalan.
“Survei ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul ketika akses jalan dibuka,” jelasnya.
Iwan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu dapat menjadi contoh penerapan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, dengan menyeimbangkan kebutuhan masyarakat akan akses transportasi dan upaya pelestarian lingkungan.
“Semua masukan yang diperoleh akan menjadi poin penting dalam penyusunan desain dan pengelolaan jalan ke depan. Dan ini akan menjadi contoh pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” pungkasnya.(adv)
