Pemerintah Kabupaten Gorontalo Siap Terima Mahasiswa PPL

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo siap menerima mahasiswa dari seluruh Kampus di Provinsi Gorontalo, khususnya mahasiswa Jurusan Kesehatan yang akan melakukan Praktek Pengabdian Lapangan (PPL) di Kabupaten Gorontalo.

Keputusan ini diambil melihat perkembangan kasus corona (Covid-19) di Kabupaten Gorontalo yang terus membaik. Secara umum, data Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahka angka penularan terus menurun, sementara kasus sembuh semakin naik. Hal ini menjadikan daerah tertua di Provinsi Gorontalo masuk dalam zona kuning.

“Kita siap menerima mahasiswa dari kampus mana saja yang ada di Provinsi Gorontalo, yang ingin melakukan PKL dan semacamanya di Kabupaten Gorontalo,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Roni Sampir, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (28/09).

Lebih lanjut, Roni juga menjelaskan soal prosedur pelaksanaan pengabdian di Kabupaten Gorontalo. Andai sudah ada mahasiswa yang ingin melakukan PPL, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kampus. Hal ini dilakukan guna membahas ketentuan tertentu (SOP) terkait penerapan protokol kesehatan.

“Misalnya apakah mahasiswa itu harus dilakukan pemeriksaan Rapid Test atau Swab Test, dan juga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat dilapangan nanti,” jelasnya.

Lebih jauh, Ia juga menyinggung soal demo mahasiswa kesehatan UG yang menyebut Pemkab Gorontalo menolak untuk menerima mahasiswa PPL. Roni menjelaskan, pemerintah daerah tidak pernah menolak, melainkan hanya sekedar menunda. Sebab pada beberapa waktu lalu, sejumlah puskesmas harus ditutup total, dan kurang lebih ada 82 orang tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

“Ini kita tunda untuk menekan penularan Covid-19. Jangan sampai ketika mereka turun ke lapangan, ada yang tertular atau bisa saja menularkan. Tapi sekarang puskesmas-puskesmas itu sudah dibuka kembali, karena tenaga kesehatan yang terpapar itu sudah menyelesaikan masa isolasi,” tandasnya. (and)