Pemkot Gorontalo Pertahankan Lahan Berkelanjutan

Kepala Bidang Pertanian Dinas Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Gorontalo, Yurita T. Walangadi, Saat Diwawancara Usai Mengikuti Kegiatan Ekspose Hasil Integrasi Data LP2B Dalam Rangka Penyiapan Data Lahan Pertanian Provinsi Gorontalo, di Ball Room Hotel Grand Q, Senin (26/10/2020). Foto: Hendra 60DTK

60DTK, Kota Gorontalo – Kota Gorontalo dikenal dengan ‘Kota Jasa’. Tak heran banyak orang di luar daerah datang beraktivitas jual beli di daerah ini. Tak sedikit juga lahan pertanian dialih fungsikan guna mendukung infrastruktur yang ada.

Kepala Bidang Pertanian, Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Gorontalo, Yurita T. Walangadi, mengungkapkan, setiap tahun ada 3 persen lahan dialih fungsikan guna mendukung pembangunan Kota Gorontalo.

“Setiap Tahun itu kita hitung ada 3 persen sawah yang dialih fungsi, digunakan untuk pembangunan. Karena kota ini kan ‘Kota Jasa’ kita butuh bangunan yang mendukung. Seperti sekolah,” jelas Yurita kepada awak media, Senin (26/10/2020).

Baca Juga: Ryan Kono Berpesan Agar IPHI Kota Gorontalo Berkontribusi Pada Pembangunan Daerah

“Karena kita bukan Kota Pertanian, kita itu ‘Kota Jasa’ Sehingga untuk mendukung itu kita butuh infrastruktur. Karena tinggal itu lahan yang ada,” lanjutnya.

Yurita menegaskan, meski itu terjadi, hal ini tidak mempengaruhi Pemerintah Kota Gorontalo, dalam mempertahankan lahan berkelanjutan. Pasalnya sesuai dengan Perda RT/RW yang terbaru nomor 9 tahun 2019 dimana ada Kawasan Pertanian Pangan yang Berkelanjutan (KP2B) kurang lebih 459 Hektar yang tidak bisa dialihfungsikan.

Baca Juga: Dampak Covid-19, Ekspor Tuna Di Gorontalo Terhambat

Ia menerangkan KP2B, itu berada di Kecamatan Kota Utara, Kota Timur, dan Sipatana. Sedangkan untuk Kota Tengah dan Dungingi dibebaskan dialihfungsikan.

“Di Perda RT/RW, untuk mengantisipasi lahan berkelanjutan kita sepakati ada Kawasan Pertanian Pangan yang berkelanjutan (KP2B) kurang lebih 459 Hektar yang kita jadikan lahan abadi,” jelasnya. (adv)

Pewarta: Hendra Setiawan