Pemkot Gorontalo Targetkan Ada 10.000 Penghafal Alquran di Kota Gorontalo

60DTK-Gorontalo: Mulai tahun 2020, Pemerintah Daerah Kota Gorontalo menargetkan ada 10.000 penghafal Alquran usia anak – anak yang diwisuda di Kota Gorontalo per tahunnya hingga 2025 mendatang.

“Jadi kita rencana tiap tahun itu insyaallah ada yang diwisuda. Paling tidak 2000 penghafal tiap tahun,” ujar Kabag Kesra Setda Kota Gorontalo, Azis Zakaria saat diwawancara, Senin (09/12/2019).

Ia mengaku, memang sejak tahun – tahun sebelumnya sudah ada target wisuda santri setiap tahun untuk Kota Gorontalo, khusus untuk santri yang berhasil tamat membaca Alquran. Namun kali ini target tersebut ditambah dengan hafalan.

Baca juga: Gubernur Gorontalo Setujui Ranperda Pendidikan Alquran

expo

“Kalau kemarin kan kita hanya menargetkan setiap tahun itu ada wisuda santri khusus yang sudah tamat baca Alquran, kan. Nah, sekarang kita tambahkan lagi dengan menghafal, tapi khusus juz 30 saja,” ungkapnya.

Ia mengaku, Pemerintah Daerah Kota Gorontalo sudah menyediakan dana khusus untuk menyukseskan program ini, khususnya untuk membayar jasa para pendidik nanti, karena pihaknya ingin di tiap kelurahan ada satu guru yang bisa membimbing anak – anak untuk menghafal Alquran.

“Nanti dalam waktu dekat ini, kita akan rapatkan bagaimana kriteria guru itu. Tapi kami prioritaskan yang memang para penghafal juga. Paling tidak dia hapal 5 juz Alquran. Anggaran untuk membayar jasanya juga sudah siap, insyaallah tiap guru di kelurahan itu Rp750 ribu,” terang Azis.

Baca juga: Punya Prestasi Khusus Dan Hafal 5 Juz Alquran, Masuk UNG Tak Di Seleksi

Yang paling penting, Azis menegaskan, harus ada perwakilan anak penghafal dari tiap kelurahan untuk diwisuda setiap tahunnya. Adapun proses pembelajaran, metode menghafal, bahkan lokasi untuk melakukan itu semua akan diserahkan sepenuhnya ke guru yang akan dipilih nanti. Dengan begitu, menurutnya, para guru juga bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat.

“Pokoknya kita tugaskan dia untuk mengajarkan anak – anak di kelurahan itu. Kita tidak melihat TPA atau TPQ – nya. Cuma yang penting di dalam satu tahun itu bisa ada yang diwisuda dari kelurahan itu,” tegas Azis.

“Jadi kami sangat mengharapkan seluruh masyarakat bisa mendukung program ini. Supaya setiap tahun dari tiap kelurahan itu ada utusan yang diwisuda khusus penghafal juz 30,” imbuhnya mantap.

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles