Perjuangan Fatma, Penjual Nasi Kuning di Tengah Pandemi Covid-19

60DTK, Gorontalo – Matahari tepat di atas ubun-ubun. Selain sinarnya terik, hawa panas terasa di sekujur tubuh, membuat siapa pun tak ingin keluar rumah.

Namun, berbeda dengan Fatma Mohamad, warga kelurahan Dembe Jaya. Ia rela berpanas-panasan datang ke tempat kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea, demi ingin menyampaikan keluh kesahnya sebagai pedagang kecil.

Warga Kelurahan Dembe Jaya, Kota Utara, Kota Gorontalo, Fatma Mohamad saat diajak berbicara oleh awak media. (Foto: Hendra 60dtk)

“Asalamualaikum, Bu, ada ba apa di sini?” sapa awak media kepada Fatma.

expo

Baca juga: Warga Kayumerah Aspirasikan Bantuan UMKM dan Program Aladin ke Arifin Jakani

“Saya baru abis iko reses li Pak AD (Adhan Dambea), sekrang masih ada tunggu bentor,” ujar Fatma.

Setelah berbincang-bincang sekitar 15 menit, kami jadi tahu bahwa Fatma yang kesehariannya sebagai penjual nasi kuning itu, ternyata sangat membutuhkan uluran tangan.

“Saya ada bajual nasi kuning dengan soto di muka rumah. Corona bagini kadang ada, kadang tidak ada. Adakalanya laku, adakalanya tidak, namanya dagang,” ucapnya sambil sekali-kali menyapu keringat di dahinya.

Baca juga: Hamid Kuna Serap Aspirasi Masyarakat Desa Mongolato

Memang di kondisi pandemi covid-19 seperti ini, banyak para pelaku usaha kecil sangat merasakan dampaknya. Apalagi soal bantuan modal usaha. Begitu pun yang saat ini tengah dirasakan oleh Fatma.

“Saya, kan jual itu lokasinya di pasar sore, semua ada di situ, kurang doi yang tidak ada. Umpama kalau mo dapat bantuan modal, alhamdulillah,” ujar perempuan paruh baya tersebut.

Sebagai tulang punggung keluarga, Ia harus menghidupi keluarganya. Apalagi sejak suaminya sakit, ia terus berjuang untuk menghidupi anak dan suaminya di rumah.

“Saya punya suami somo lima tahun ini sudah tidak kerja, kurang di rumah. Jadi penghasilan utama kami itu hanya ba jual nasi kuning dengan soto. Kalau ada yang mau bantu alhamdulillah,” ucap Fatma sembari mengisi nasi kotak ke kantong plastik, Ia dapat dari agenda reses itu.

Tak sedikit, para pelaku usaha yang ada di Kota Gorontalo saat ditemui di lokasi dagangnya, selalu mengaku dagangannya sepi akibat pandemi covid-19.

Di sisi lain, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea telah menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan warga kadang kala selalu terkendala dengan refocusing anggaran karena covid-19.

“Memang aspirasi ini kita tampung dan kita bicarakan di dewan. Hanya saja itu, karena corona banyak anggaran yang digeser. Tapi soal bantuan usaha modal kita akan bicarakan,” pungkasnya. (adv)

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles