PKK dan DWP, Dua Organisasi Perempuan di Kabgor yang Saling Mendukung

60DTK-Kab. Gorontalo: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo (Kabgor), Fory Armin Naway menyampaikan apresiasinya atas Organisasi Darma Wanita Persatuan (DWP). Sebab menurutnya, selama ini DWP telah menperlihatkan eksistensinya dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya PKK Kabgor dalam rangka pembangunan daerah.

Dikatakan, dalam menjalankan berbagai macam programnya, PKK Kabgor tidak bisa melepaskan peran DWP. Pasalnya, kata Fory, DWP berkaitan erat dengan peran dan tugas dinas – dinas atau OPD yang pastinya juga saling berkoordinasi dengan PKK.

BACA JUGA: Dharma Wanita Persatuan, Berperan Penting Sukseskan Pembangunan Daerah

“Silaturahim, kerjasama, maupun kolaborasi antar sesama pengurus PKK dan DWP sangat dibutuhkan,” imbuh penasehat DWP Kabgor itu pada kegiatan Konsolidasi Organisasi dan Pembinaan anggota DWP di Gedung Kasmat Lahay, Limboto, Selasa (09/10).

Terlepas dari peran DWP, Ia pun menegaskan seluruh organisasi perempuan di Kabgor harus bekerja dan membangun daerah secara bersama.

“Keinginan saya kedepannya, organisasi – organisasi yang ada saya di dalamnya itu memang harus kompak. Entah itu PKK, DWP, Dekranasda, dan PAUD. Apapun itu selama saya ada di organisasi itu, semua orang-orang dalam organisasi itu harus kompak, harus saling kenal,” tandasnya.

BACA JUGA: PKK Gorontalo Ambil Bagian Dalam Pengembang Motif Karawo

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Ketua DWP Kabgor, Aviah Dunggio Tulie menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran berorganisasi, meningkatkan kualitas wawasan dan pengetahuan anggota-khususnya dalam memaksimalkan peran wanita sebagai istri pendamping suami, sebagai ibu, dan anggota masyarakat. Selain itu, juga untuk menguatkan tali silaturahim dan kebersamaan antar anggota, sehingga tercapai visi misi DWP.

“Intinya, kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan peran DWP dalam mendukung program pemerintah daerah selaku mitra kerja,” tandas Aviah. (adv)


Penulis: Andrianto Sanga

Editor: Nikhen Mokoginta

 

Comments are closed.