Pulau Saronde Jadi Wisata Privat Berstandar Internasional

  • Whatsapp
Pemda Gorut bersama pihak Kementerian Pariwisata saat meresmikan Pulau Saronde menjadi destinasi wisata privat, yang berlangsung di Pulau Saronde, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (9/06/2022). (Foto: Humas Gorut)

60DTK, Gorontalo Utara – Pulau Saronde adalah satu dari sekian banyak destinasi wisata di Gorontalo Utara yang sudah dikenal oleh seluruh masyarakat, baik lokal maupun dari luar Provinsi Gorontalo dengan keindahan alamnya.

Dengan keindahannya, pemerintah daerah pun terus berupaya agar destinasi wisata ini menjadi sebuah ikon wisata yang bisa maju dan dikenal di seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Plt. Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, bahwa upaya pemerintah untuk mengembangkan destinasi itu menjadi maju dan berkembang telah tercapai. Hal itu dibuktikan setelah wisata Pulau Saronde telah diresmikn sebagai wisata privat berstandar internasional.

“Ada sesuatu yang baru, yaitu bahwa tahun ini Festival Saronde menandai dibukanya Pulau Saronde ini sebagai destinasi wisata privat berstandar internasional oleh investor dari Jerman,” ungkap Thariq, Kamis (9/06/2022).

Thariq pun menegaskan, meskipun telah dipercayakan kepada pihak investor untuk mengelola Pulau Saronde menjadi lebih indah dan berkembang mejadi semakin bagus, wisata tersebut masih tetap menjadi sebuah ikon wisata yang dimiliki oleh Gorontalo Utara.

“itu tidak tepat, kenapa bahwa Saronde ini adalah milik daerah, meskipun ini sudah dikerjasamakan dengan pihak asing, tetapi minimal dengan Festival Saronde ada momen di mana masyarakat umum bisa melihat langsung pulau ini. Jadi kalau misalnya tidak ada lagi Festival Saronde, itu artinya sudah susah akses masuk, minimal setahun sekali dengan cara seperti ini publik bisa melihat,” jelasnya.

Orang nomor satu di Gorontalo Utara itu pun menjelaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya memajukan seluruh sektor wisata yang dimilki oleh Gorontalo Utara, agar bisa menjadi destinasi paling maju dan bisa menjadi wisata Internasional.

“Hanya memang sasarannya kita akan melakukan diversifikasi (penganekaragaman) pariwisata. Jadi bukan hanya Festival Saronde, tapi juga festival wisata lainnya seprti Diyonumo, Mohinggito, sehingga akses lokal bisa lebih besar di situ,” jelas Thariq.

“Jadi, oleh karena itu, walaupun ini dikelola oleh investor asing berstandar internasional, kami tetap memberikan ruang kepada publik untuk kepentingan masyarakat lokal terhadap daerah ini atau potensi wisata ini,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Usman Dai

Pos terkait