Realisasi Anggaran Covid-19 di Kabupaten Gorontalo Capai 23 Miliar

  • Whatsapp
rapat
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, Bersama Jajarannya Saat Mengikuti Rapat Forkopimda Provinsi Gorontalo, melalui virtual, Senin (20/07/2020). Foto: Andi 60DTK

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Selama tiga bulan melakukan upaya pencegahan dan penanganan dampak virus corona, Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah merealisasikan penggunaan anggaran Covid-19 kurang lebih Rp. 23 Miliar.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan, realisasi anggaran tersebut sudah mencapai 54% dari total anggaran Covid-19 di Kabupaten Gorontalo, yang berjumlah Rp. 42 Miliar.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: OPD Kabgor Yang Tak Terapkan Protokol Kesehatan, Siap-Siap Terima Punishment

“Anggaran di Kabupaten Gorontalo untuk Covid itu 42 Miliar lebih, yang sudah cair 23 Miliar lebih. Sehingga yang tersisa kurang hampir 20 milyar. Penyerapan anggaran kami 54 persen, tinggal sisa 46 persen,” ungkap Nelson, saat memberikan laporan kepada Gubernur Gorontalo, melalui virtual, Senin (20/07/2020).

Bupati Nelson mengatakan, sisa anggaran Covid-19 di Kabupaten Gorontalo yang berjumlah lebih dari 19 Miliar, akan di gunakan untuk memulihkan sektor ekonomi yang sempat terganggu akibat kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Hampir 20 Miliar yang masih bisa kita gunakan, dan ini hampir semuanya dalam rangka ke depan yaitu pemulihan ekonomi,” jelas Ketua tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo itu.

Pada kesempatan itu, Nelson juga melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gorontalo Tahun 2020.

Baca Juga: Kabupaten Gorontalo Jadi Pilot Projek Stunting Di Indonesia Sejak 2018

“Secara keseluruhan, anggaran kami sebesar 1,4 Triliun. Yang sudah selesai (di gunakan-red) 566 Miliar. Realisasi ini sudah 36 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Gorontalo akan berupaya merealisasikan sisa APBD yang belum di gunakan, hingga akhir tahun 2020 nanti.

“Sisa anggaran kita senilai 896 Miliar. Mudah-mudahan ini akan bisa di realisasikan dalam  lima bulan ke depan,” tandas Nelson. (adv)

 

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait