Konfrensi Keadilan Sosial 2018 di Gorontalo, Akan Dimulai Malam Nanti.

  • Whatsapp
Sumber Foto (istimewa).

60DTK – Nasional : Hari Ini, Konfrensi Keadilan Sosial Dimulai di Gorontalo pada Jumat  7 Desember 2018, malam ini. Konfrensi Tahunan Keadilan Sosial (Annual Conference on Social Justice) akan dimulai.

Konfrensi Tahunan Keadilan Sosial diprakarsai oleh The Indonesian Social Justice Network (ISJN) bekerjasama dengan Perkumpulan Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) Gorontalo, dan Universitas Muhamadiyah Gorontalo. Konfrensi ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Gorontalo, bersama mitra-mitra seperti AJI Kota Gorontalo, FKH Kota Gorontalo, Salam Puan, LEKSEMA, PUSAR, dan WIRE G.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Konfrensi berskala nasional ini mengangkat tema “Menggugah Cendekiawan Muda Peduli Isu-isu Keadilan Sosial serta Menyatukan Langkah untuk Indonesia yang Lebih Baik”. Para peserta dari luar dearah akan mulai berdatangan di Gorontalo pada hari ini.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, diantaranya akademisi, aktivis, dan juga ilmuwan muda yang telah memasukan abstrak dan full paper untuk dipresentasikan pada saat konfrensi. Mereka tidak hanya datang dari Gorontalo, namun juga dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Jakarta, Mojokerto, Kendari, Makassar, Madura, Malang, dan juga dari Sulawesi Tengah.

Konfrensi sendiri akan dimulai dengan pada malam hari pukul 19.00 di gedung Yiladia rumah dinas Walikota Gorontalo. Para peserta akan disambut oleh Walikota Gorontalo Marten Taha, yang akan dilanjutkan dengan makan malam bersama. Hadir dalam pembukaan nanti adalah El Nino Husain Mohi, Komisi 1 DPR RI, selaku alumni ISJN dan Martadinata Basyir, Presedium ISJN.

Setelah itu, pada esok harinya, Sabtu, 8 Desember 2017, konfrensi akan dimulai dengan bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo). Konfrensi akan dihelat secara paralel dengan mengangkat lima tema; 1) Kesehatan, Pendidikan dan Kependudukan, 2) Pengelolaan Lingkungan dan Ketahanan Pangan, 3) Politik, Keamanan dan Tata Kelola Publik, 4) Bencana dan Perubahan Iklim, dan  5) Humanitas dan Industri.(rls/rds).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan