SMSI Gorontalo Apresiasi Langkah Kapolda Gorontalo yang Tak Anti Kritik

  • Whatsapp
SMSI Gorontalo Apresiasi Langkah Kapolda Gorontalo yang Tak Anti Kritik
Sekretaris SMSI Provinsi Gorontalo, Andi Aulia Arifuddin. Foto: Dok. Pribadi.

60DTK.COMKondisi COVID-19 yang melandai memberi kesempatan pertemuan-pertemuan tatap muka bisa dilaksanakan. Situasi ini membuat Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Akhmad Wiyagus dalam beberapa kesempatan terakhir mengajak insan pers di Gorontalo untuk melakukan pertemuan tatap muka sekaligus silaturahmi, seperti yang terlaksanakan Senin, (30/5/2022) Lobby Presisi Polda Gorontalo.

Dalam kegiatan silaturahmi sekaligus halal bihalal itu, Kapolda Gorontalo berterima kasih atas partisipasi media-media di Gorontalo dalam memberikan kontribusi menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta ikut andil dalam penanganan COVID-19.

Bacaan Lainnya

“Selama ini saya merasa keberadaan rekan-rekan insan pers/wartawan sangat memberikan kontribusi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Serta dalam penanganan Covid-19 di Propinsi Gorontalo. Informasi yang saudara-saudara berikan menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri, melainkan butuh peran serta masyarakat termasuk rekan-rekan wartawan. Terima Kasih untuk kontribusinya selama ini,” papar Kapolda Gorontalo.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Gorontalo menegaskan tak anti kritik terhadap pemberitaan-pemberitaan media. Kendati demikian, pemberitaan harus berdasarkan fakta, serta mengedepankan asas keberimbangan berita sesuai kode etik jurnalis.

“Apapun yang ditulis wartawan adalah untuk memperbaiki kinerja institusi kepolisian. Adanya informasi dari media tentang perilaku oknum Anggota Polri sangat membantu dalam memperbaiki kinerja Polri khususnya Polda Gorontalo. Laporan apapun yang disampaikan ke saya melalui japri pasti akan langsung saya tindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris SMSI Provinsi Gorontalo, Andi Aulia Arifuddin mengapresiasi langkah Kapolda Gorontalo yang tak anti kritik terhadap pemberitaan media. Ia melihat di tahun ini sudah beberapa kali mengajak insan pers Gorontalo bersilaturahmi dan berdiskusi terkait dengan kinerja Polri khususnya di Gorontalo.

“Kita tahu dari tahun lalu sampai dengan saat ini memang institusi Polri khususnya di Gorontalo sedang menjadi sorotan publik. Melihat kondisi itu kami melihat Kapolda Gorontalo langsung bergerak untuk membina anggotanya. Ini menandakan bahwa Kapolda Gorontalo sangat responsif terhadap aduan masyarakat yang berkaitan dengan institusi Polri, ini tentu harus diikuti oleh level Polres hingga Polsek,” ungkap Andi.

Andi berharap, komitmen Kapolda Gorontalo dalam mengajak pers di dalam penegakan keadilan khususnya restorative justice terhadap kasus-kasus sederhana di Gorontalo dapat direalisasikan. Sebab menurutnya banyak kasus yang seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan dan upaya damai masih sulit dijalankan.

“Pertemuan kemarin juga Kapolda sempat menyinggung itu (restorative justice), mudah-mudahan komitmen ini bisa dijalankan. Sebab kita sama-sama punya harapan yang sama ingin membangun citra polisi yang baik, salah satunya keadilan yang merata bagi seluruh masyarakat. Kalau dalam satu kasus bisa diselesaikan dengan upaya restorative justice, maka itu harus dilakukan. Jangan Polri sendiri yang mempersulit masyarakatnya. Betul kata Kapolda kemarin, bahwa kami pun bisa diberi kesempatan untuk mengawal kasus-kasus yang bisa diselesaikan dengan perdamaian,” tutur Andi. (rds/rls)

Pos terkait