Tambang Liar di Aliran Sungai Brantas Ditutup Paksa Pihak Berwajib

60DTK, Blitar – Buntut dari aksi warga Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yang menuntut aktivitas penambangan liar di aliran Sungai Brantas dengan penghadangan truk-truk pengangkut pasir membuahkan hasil.

Kemudian, aksi itu di tindaklanjuti oleh Satpol PP Kabupaten Blitar bersama Polsek Ludoyo Timur (Lotim) dan Polsek Ludoyo Barat (Lobar) untuk menutup empat lokasi tambang pasir liar yang semuanya berada di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Dalam operasi yang digelar, Rustin Tri Setyobudi, Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar membeberkan, bahwa penutupan paksa itu harusĀ  dilakukan karena banyak protes dari warga sekitar yang berakibat kerusakan pada infrastruktur jalan, karena sering dilalui truk pengangkut pasir yang kelebihan tonase.

Baca Juga: Jembatan Lembu Peteng Ditutup Dua Bulan, Ada Apa?

Namun begitu, kata Rustin, Satpol PP Kabupaten Blitar hanya membantu pihak yang berwajib, dalam ini Polsek Lobar untuk penertiban lokasi tambang. Karena, menurut dia, Aliaran itu merupakan aliaran Das Brantas/Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur, Perusahaan Jasa Tirta (PJT) dan dalam hal itu yang berwenang adalah provinsi.

“Dan kita sifatnya hanya menghimbau. Karena kewenangan itu adalah provinsi,” tuturnya, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Kodim 0808/Blitar Gelar Tradisi Penyambutan Komandan Baru

Selanjutnya, Rustin menyampaikan bahwa dari hasil operasi gabungan itu telah di sita beberapa peralatan sedot pasir, dan sekarang di amankan di Polsek Lotim. Sementara, dari operasi yang ia gelar, kata dia, berjalan dengan aman dan tak ada perlawanan dari penambang.

“Sebab entah sudah tahu atau tidak, para penambang tidak melakukan aktivitasnya saat kita bersama tim Polsek Lotim dan Lobar datang,” ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar itu.

Sampai berita ini diterbitkan, Kapolres BlitarĀ  Ahmad Fanani Prasetyo belum berkomentar banyak saat di hubungi awak media 60DTK. Pasalnya, Kapolres masih menggelar rapat internal dan belum ada laporan yang masuk dari Polsek se tempat.

“Saya lagi rapat, langsung ke Kapolsek saya belum monitor,” pesannya.

 

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi