Wagub Gorontalo Luncurkan Program Inovasi Po’otu’ude

60DTK, Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, resmi meluncurkan program inovasi Po’otu’de. Acara peluncuran berlangsung di SMK Negeri Model Gorontalo, Selasa (09/06/2020).

Program inovasi Po’otu’ude, merupakan program yang dibuat pemerintah Provinsi Gorontalo guna menyelaraskan kurikulum SMK dengan Dunia Usaha, Dunia Industri.

”Ini menjadi satu tantangan bagi kita semua. Oleh karena kita harus membuat beberapa kegiatan beberapa inovasi di antaranya merubah kurikulum ini,” kata Idris Rahim.

Baca Juga: Rusli Apresiasi Usaha Masyarakat Berkebun Di Pekarangan Rumah

expo

Menurut Idris, tidak adanya keselarasan antara kurikulum SMK dengan dunia usaha atau industri dapat berpengaruh pada kepastian para siswa itu sendiri dalam menatap langkah selanjutnya, setelah lulus dari sekolah.

“Saya berharap program yang diluncurkan berkelanjutan dan SMK selalu berinovasi untuk mengantarkan tamatannya ke dunia kerja,” imbuh Idris.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Yosef P. Koton mengungkapkan, lulusan SMK di Gorontalo yang bekerja di dunia usaha dan industri sebesar 22 %. Kemudian yang mandiri 11 %, yang melanjutkan ke perguruan tinggi 76,78 %, dan yang menganggur 26,34 %.

”Aplikasi ini supaya sesuai lulusan ini termonitor oleh sekolah dan aplikasi ini diisi langsung oleh siswa dan nyambung ke Dikbudpora sehingga bisa diketahui by name by address. Sehingga bisa dilakukan pembinaan terus menerus lulusan itu,” jelas Yosef.

Baca Juga: Pemprov Gorontalo Berharap Wilayah Zona Hijau Dipertahankan

Yosef menuturkan, saat ini baru ada enam SMK di Provinsi Gorontalo yang telah melakukan penyelarasan kurikulum dan telah bekerja sama dengan dunia usaha. Sementara untuk 30 SMK lainnya, baru akan melakukan penyelarasan kurikulum.

Enam SMK yang telah melakukan penyelarasan kurikulum dan telah melakukan kerja sama dengan dunia usaha itu yakni SMK 1 Kota Gorontalo, SMK 2 Kota Gorontalo, SMK 3 Gorontalo, SMK 1 Boalemo, SMK 1 Marisa, dan SMK 1 Limboto.

”Jadi kurikulum ini merupakan standar pendidikan yang harus kita perbaiki. Sekitar 26 % lagi semua sudah selesai” pungkas Yosef.

Untuk diketahui, selain meluncurkan program Po’otu’ude, Idris juga melakukan panen rumput odot atau rumput gajah serta meluncurkan program penanaman tanaman hortikultura di area sekolah SMK Negeri Model Gorontalo. (adv/rls)

 

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles