7.2 Ton Cap Tikus Disita Saat Dibawa Melintas Perbatasan Gorontalo–Sulteng

  • Whatsapp
7.2 ton miras jenis cap tikus yang disita Polsek Popayato Barat, Kamis (29/9/2022).

60DTK, Gorontalo – Polsek Popayato Barat, Polres Pohuwato mengamankan 7.200 liter miras jenis cap tikus di dalam sebuah truk pengangkut yang melintasi perbatasan Gorontalo–Sulawesi Tengah, Kamis (29/9/2022).

Ribuan liter miras tersebut pun disita untuk diperiksa lebih lanjut. Dilansir dari Gopos.id, penangkapan 7.200 liter cap tikus ini bermula ketika Kapolsek Popayato Barat, Ipda Renly H. Turangan, bersama personel Popayato Barat sedang melakukan pemeriksaan di pos pengamanan antar-Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah, yang terletak di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Saat itu, melintaslah sebuah truk berpelat nomor DD 8063 PB. Truk yang dikemudikan A, warga asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu bergerak dari arah Popayato Barat menuju ke Moutong, Sulawesi Tengah. Truk pun dicegat untuk diperiksa. Awalnya petugas melihat di bagian belakang truk terdapat sejumlah barang. Namun, saat diperiksa lebih lanjut ternyata di dalam truk terdapat pula miras jenis cap tikus yang dikemas dalam karung. Setiap karung berisi dua kantong plastik yang setiap kantongya sekitar 20 liter.

“Ada sekitar 179 kantong yang diamankan atau sekitar 7.200 liter cap tikus,” beber Ipda Renly.

Menurutnya, minuman itu diangkut dari Provinsi Sulawesi Utara menuju Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Palu. Hal ini pun dibenarkan oleh sopir truk berinisial A saat diinterogasi.

“Barang bukti berupa minuman cap tikus dan 1 (satu) unit mobil truk bersama sopir berinisial A diamankan di Polsek Popayato Barat untuk diproses lanjut,” lanjut Ipda Renly.

Baru diketahui kemudian saat diinterogasi, ternyata sopir truk ini sudah kedua kalinya membawa miras jenis cap tikus dari Sulawesi Utara ke Sulawesi Tengah dan sudah menjadi target operasi Polsek Popayato Barat.

“Saat ini pengemudi dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Popayato Barat untuk penyelidikan lebih lanjut,” tutup Renly. (rls)

Pos terkait