Bangun 12 Kios Swakelola, Pemdes Kaligunting Gelontorkan Dana Rp600 Juta

60DTK, Madiun – Demi menyejahterakan masyarakatnya dalam jangka panjang, Pemerintah Desa (Pemdes) Kaligunting, Kecamatan Mejayan, terus melakukan upaya pembangunan infrastruktur, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran Rp600 juta yang bersumber dari dana desa untuk membangun 12 kios dengan sistem tenaga swakelola.

Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkabtibmas, dan semua elemen masyarakat, kios tersebut recananya akan dilelang atau disewakan kepada masyarakat yang ada di wilayah setempat. Adapun sistem penentuan siapa yang akan menempati kios tersebut, akan dilakukan dengan konsep undian terbuka.

Baca juga: Kaligunting Bersiap Jadi Kampung Tangguh Covid-19

Meski begitu, Kepala Desa (Kades) Kaligunting, Nur Amin mengaku pembangunan kios ini dirasakan cukup sulit. Alasannya, karena lokasi pengerjaannya yang bergandengan dengan jalan raya dan rel kereta api. Karena itu, anggaran pembangunannya pun bertambah besar. Yang sebelumnya direncanakan hanya Rp50 juta per satu kios, kini bertambah hingga Rp70 juta.

“Pembangunan ini memang sangat sulit untuk dikerjakan karena lokasi pembangunan diapit oleh jalur kereta api dan jalan raya. Sebelumnya dalam RAB (Rencana Anggaran Belanja) yang tersusun, tidak ada pondasi dan hanya menggunakan rolak bata merah saja,” ujar Nur Amin, Minggu (7/06/2020).

Baca juga: Pelaku Seni Di Madiun Keluhkan Pandemi Covid-19 Yang Tak Kunjung Usai

“Tapi sekarang kami mengubah RAB tersebut karena harus menambah pondasi agar kualitas bangunan bisa kukuh untuk menahan getaran dari guncangan kereta api maupun kendaraan berat lainya,” lanjutnya.

Selain itu, Ia juga mengaku pihaknya harus melengkapi peralatan dan fasilitas yang tidak tercantum di RAB, demi kelancaran pekerjaan. Kelengkapan tersebut di antaranya, molenstafoldingarco sorongcikrak sengemberganco, cangkul, sekrup dan lainnya.

Baca juga: PUPR Binamarga Madiun Perbaiki Jalan Rusak Di Jalan Raya Bungkus – Sidodadi

Hal lainnya yang diperhatikan juga adalah terkait harga pintu kios yang dari Rp221 ribu per unit, realisasinya di lapangan menjadi Rp600 ribu per unit. Jaringan listrik Rp553 ribu per unit, menjadi Rp1,8 juta per unit, serta penambahan 4 unit WC dan septic tank dengan biaya Rp2,5 juta.

“Ke depan saya akan berkordinasi dengan pihak inspektorat sambil terus melakukan kelengkapan fasilitasnya, termasuk kekurangan unit meter listrik yang baru 5 unit terpasang dan masih 6 enam unit lagi yang belum terpasang. Kekurangan tersebut sudah saya pesan namun persediaan dari pihak PLN yang belum ada hingga sekarang,” tukas Nur Amin.

 

Pewarta: Puguh Setiawan

Comments are closed.