Rusak dan Berlubang, Jalan Bungkus – Sidodadi Masuk Pemetaan Prioritas Pemerintah

  • Whatsapp
Rusak dan Berlubang, Jalan Bungkus – Sidodadi Masuk Pemetaan Prioritas Pemerintah
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Anang Tri Wadodo. Foto: Puguh.

60DTK, Madiun – Jalan Bungkus – Sidodadi yang merupakan penghubung antar desa ke kota sudah masuk dalam pemetaan prioritas Pemerintah Kabupaten Madiun.

Sutrisno, salah satu warga yang ditemui awak media saat melintas menilai sudah waktunya jalan tersebut untuk dilakukan perbaikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bacaan Lainnya

Beberapa waktu lalu kata dia, ada empat tong diletakkan di jalan itu. Sutrisno berasumsi jika tong itu mungkin diletakkan warga sekitar agar pengguna jalan tidak terjerembab di lubang jalan tersebut.

“Padahal jalan sini juga sering diperbaiki oleh pemerintah, tetapi umurnya tidak alam. Hari ini saya lewat, kok tongnya sudah ditak ada dan lubang yang besar sudah ditutup dengan cor. Mungking yang ngecor juga warga,” ungkap Sutrisno.

Sementara itu Kepala Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Anang Tri Wadodo menjelaskan jalan tersebut sudah masuk dalam pemetaan prioritas pemerintah.

Rusak dan Berlubang, Jalan Bungkus – Sidodadi Masuk Pemetaan Prioritas Pemerintah
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Anang Tri Wadodo. Foto: Puguh.

Anang mengaku Jalan Bungkus – Sidodadi itu  sudah masuk dalam jadwal pemeliharaan rutin PUPR, dan pihaknya sendiri juga sering kali melakukan perbaikan.

“Jalan tersebut seharusnya di tahun kemarin sudah mendapatkan peningkatan jalan. Tetapi mengingat adanya pandemi Covid-19, terpaksa tidak bisa tertangani dengan adanya anggaran yang dipangkas untuk penanganan pandemi tersebut,” ungkap Anang.

Meskipun demikian lanjut Anang, saat ini jalan tersebut ditangani dan dipelihara secara darurat agar warga bisa menggunakannya walaupun berulang-ulang dilakukan penambalan jika rusak lagi. Adapun jenis aspal yang digunakan untuk menambal jalan itu yakni berjenis aspal lapen.

“Jadi ketika musim penghujan maka tidak heran jika kita benahi akan mengalami kerusakan lagi.Namun hanya hal itu yang bisa kami lakukan mengingat banyak angaran yang terpangkas dengan adanya wabah Covid-19 yang saat ini masih terjadi di Kabupaten Madiun,” tutup Anang. (pgh)

Pos terkait