Relawan Destana Desa Klumutan Ikuti Pelatihan BPBD Pemrov Jatim

60DTK, Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Jatim dan Kabupaten Madiun laksanakan Pembentukan dan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana), di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Selasa (16/03/2021).

Pelatihan itu sebagai upaya dalam mengurangi risiko bencana yang sering terjadi. Pembukaan Pelatihan dan Pembentukan Destana tersebut berlangsung pada di Pendopo Balai Desa Klumutan, dihadiri anggota BPBD pemprov Jatim, BPBD Kabupaten Madiun, Camat Saradan,Koramil Saradan, Polsek Saradan dan para relawan desa tangguh bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi dalam sambutannya menyampaikan, desa tangguh bencana (destana) adalah desa yang mempunyai kemampuan mandiri untuk beradaptasi menghadapi ancaman bencana, serta mampu memulihkan diri segera dari dampak bencana yang di timbulkan.

“Kegiatan ini akan dilangsungkan selama 7 hari, yang diikuti oleh 30 peserta. Peserta nantinya akan mendapatkan beberapa materi berupa penyusunan berbagai dokumen mulai dari kajian risiko, pemetaan, rencana penanggulangan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pelatihan relawan dan simulasi peringatan dini.” kata Sahrowi.

Relawan Destana Desa Klumutan Ikuti Pelatihan BPBD Pemrov Jatim
BPBD Pemrov Jatim bersama BPBD Kab. Madiun saat Memberikan Sosialisasi di Pendopo Desa. (Foto: puguh 60DTK)

Menurut Zahrowi, pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat adalah proses pengelolaan risiko bencana yang melibatkan secara aktif masyarakat yang beresiko dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi risiko bencana, untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuannya.

“Salah satu wujud kegiatan pengurangan risiko bencana tersebut adalah pembentukan desa atau kelurahan tangguh bencana,” imbuhnya.

Baca Juga: Laznas LMI Semai Ratusan Bibit Pohon Kopi Bersama Relawan

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto berharap kepada masyarakat agar setiap individu dan keluarga harus bisa meramalkan dan mempersiapkan diri untuk bisa menghadapi sebuah bencana alam.

“Kami harapkan dengan adanya pelatihan desa tangguh bencana di desa ini, warga masyarakat bisa mengantisipasi dan melakukan tindakan preventif dan untuk mempersiapkan diri termasuk menolong warga dan lingkungan jika terjadi banjir serta bencana alam lainya,” tutup Kepala Desa.

 

Pewarta: Puguh Setiawan

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles