Bupati Nelson Cek Ketersediaan Bibit dan Pupuk untuk Warga Kabgor

60DTK-Kab. Gorontalo: Salah satu wujud kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat petani di Kabupaten Gorontalo, selalu berupaya melakukan pengecekan bibit dan pupuk sebelum pendistribusian dilakukan.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengungkapkan, hal ini harus secepatnya dilakukan, mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan. Artinya, masyarakat sudah akan memulai persiapan musim tanam.

Bibit dan pupuk merupakan satu keluhan masyarakat yang paling banyak ditemui oleh Bupati Gorontalo itu selama melakukan kegiatan Gema NDP.

BACA JUGA: Dinas Pangan Gorontalo Serahkan Bantuan Bibit Cabai Rawit Kepada 100 IRT

“Hari ini kita bergembira, petani di daerah ini punya semangat menanam. Dan Alhamdulillah setelah dievaluasi, bibit itu sudah siap bahkan sudah didistribusi”, kata Nelson ditemui usai memimpin rapat evaluasi bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida tingkat Kabupaten Gorontalo di Aula Kantor Dinas Pertanian, Senin (14/10).

Untuk ketersediaan pupuk tambah Nelson, sebagian telah di distribusikan dan sisanya, masih akan disiapkan.

“Lahan kita terus naik, maka butuh pupuk dan bibit lain sehingga ini yang kita minta ada realokasi (pengalokasian kembali). Ini tinggal menunggu SK dari kementerian”, jelas Nelson.

BACA JUGA: Kemarau Berkelanjutan, Nelson Akan Beri Bantuan Bibit Hingga Asuransi Untuk Petani

Terlepas dari hal ini, Bupati Nelson juga mengungkapkan pada rapat tersebut Ia juga melakukan evaluasi distribusi. Dijelaskan, pendistribusian untuk pertanian selama ini telah dilakukan dengan baik. Namun demikian, Ia berharap kedepan perencanaan dapat dilakukan lebih baik lagi.

Sebagai contoh kata Nelson, jenis pupuk yang diserahkan harus berdasar pada keinginan masyarakat. Para petani memang lebih banyak menginginkan pupuk jenis Phonska. Begitu juga dengan bibit khususnya jagung, petani lebih doyan menanam Bisi 18.

Nelson juga menyinggung soal kebiasaan petani yang masih bergantung dengan subsidi. Ia berharap, petani dapat membangun kemandirian. Caranya, di waktu-waktu tertentu petani dapat menanam tidak mengandalkan bantuan.

BACA JUGA: Program Baru Pemprov, Bantuan Bibit Ayam Gratis Untuk 18.000 KK Miskin

“Artinya pada saat dia tidak mendapat subsidi, maka bagaimana keuntungan pada saat  subsidi  digunakan pada saat non subsidi”, singgung Nelson.

Demikian halnya dengan pupuk, Nelson menginginkan petani dapat beralih menggunakan pupuk organik. Sebab, pupuk ini dapat dibuat sendiri dan nantinya akan berdampak pada keuntungan yang lebih besar.

“Ini yang harus di dorong oleh dinas pertanian dan ini menjadi keuntungan lebih besar bagi petani”, tutup Nelson. (adv)


Penulis: Andrianto Sanga
Editor: Kasim Amir