Dukcapil Kabgor Layani Masyarakat Lewat Aplikasi Untuk Cegah Covid-19

  • Whatsapp
Kepala Dinas Dukcapil Kabgor, Muhtar Nuna, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (Foto - Andi 60dtk)

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Guna memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo (Kabgor), kini melakukan pelayanan secara daring (online).

Kepala Dinas Dukcapil Kabgor, Muhtar Nuna mengatakan, pelayanan secara daring ini dapat diakses oleh masyarakat menggunakan aplikasi Layanan Identitas Online (LINE) Disdukcapil.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Baca juga: Disnakertrans Kabgor Terima Pendaftaran Penerima Kartu Pra Kerja

“Bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen seperti KTP (sudah melakukan perekaman sebelumnya), kartu keluarga, dan dokumen apa saja, persyaratannya tinggal difoto, kemudian dikirim melalui aplikasi itu,” ujar Muhtar di Kantor Dinas Dukcapil saat ditemui beberapa waktu lalu.

“Kalau persyaratannya sudah lengkap semua, itu akan diverifikasi oleh operator kami. Kalau memenuhi persyaratan, itu akan kita proses. Jika dokumen yang mereka urus telah selesai, itu akan kami kirimkan dalam bentuk PDF melalui whatsapp atau email mereka. Jadi tinggal print dokumen di mana saja,” lanjutnya.

Baca juga: Puluhan Tenaga Medis Di Kabgor Jalani Pemeriksaan Rapid Test Covid-19

Muhtar juga menegaskan, legalitas hukum dari dokumen yang diurus secara daring tidak perlu diragukan, sebab di dalamnya terdapat barcode atau tanda tangan elektronik.

“Jadi, masyarakat Kabupaten Gorontalo kini menjadi semakin mudah dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan. Bisa di mana saja dan kapan saja. Aplikasi ini sudah kami luncurkan sejak tanggal 1 April lalu, dan bisa didapatkan di play store,” ungkapnya.

Baca juga: Satu PDP Di Kabgor Yang Meninggal, Dipastikan Belum Positif Covid-19

Meski begitu, Ia mengaku hingga saat ini pihaknya masih melakukan pelayanan secara langsung, namun jumlah masyarakat atau pemohon yang dilayani hanya 50 sampai 75 orang.

Tapi itu kita sortir sesuai dengan dokumen adminduk yang diurus dan bersifat sangat urgen. Misalnya seperti pengurusan dokumen untuk BPJS, rumah sakit, penerimaan TNI atau Polri. Itu yang kita layani,” pungkasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait