Gorontalo Berpotensi Terdampak Bibit Siklon Tropis 94W, Pemkab Gorontalo Waspada

  • Whatsapp
Gorontalo Berpotensi Terdampak Bibit Siklon Tropis 94W, Pemkab Gorontalo Waspada
Suasana Rapat Koordinasi Penanggulangan Cuaca Ekstrim Akibat Bibit Siklom Tropis 94w, yang Berpotensi Muncul di Gorontalo. (Foto: Istimewa)

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Provinsi Gorontalo berpotensi mengalami cuaca ekstrim dalam beberapa waktu kedepan. Hal ini terjadi karena daerah yang dikenal dengan Serambi Madinah itu bisa saja terdampak munculnya bibit siklon tropis 94w.

Menyikapi hal ini, Kabupaten Gorontalo mulai waspada. Pada Jumat (16/04/2021), pemerintah daerah setempat melaksanakan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo.

“Hari ini kita rapat koordinasi, alhamdulillah stakeholder semua hadir. Ada BMKG, mereka memberikan informasi kaitannya dengan kemungkinan hujan, iklim, yang akan terjadi di Gorontalo,” ujar Nelson.

Gorontalo Berpotensi Terdampak Bibit Siklon Tropis 94W, Pemkab Gorontalo Waspada
Suasana Rapat Koordinasi Penanggulangan Cuaca Ekstrim Akibat Bibit Siklom Tropis 94w, yang Berpotensi Muncul di Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Pada pertemuan itu, kata Nelson, mereka membahas langkah-langkah yang akan dilakukan secara bersama sebagai bentuk kewaspadaan terhadap bibit siklon tropis 94w.

“Pertama kita bentuk tim terpadu, kemudian ada sekretariatnya, temasuk pencegahan tejadinya pohon tumbang oleh DLH, masalah saluran air oleh PU dan Balai Sungai, pertanian oleh Distan, penyerahan bantuan oleh Dinsos dan lain-lain,” bebernya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Ot Oral Sem Wilar berharap, setelah pertemuan ini Pemkab Gorontalo lebih cepat tanggap setiap menerima informasi dari BMKG tekait cuaca di Gorontalo.

Baca Juga: Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango Tuan Rumah Festival Kabupaten Lestari 2021

“Ketika menerima informasi dari BMKG, harus ada Action di lapangan. Kenapa? Karena pemerintah daerah sangat tau kondisi daerah dan masyarakatnya,” kata Wilar.

Disinggung mengenai upaya yang telah dilakukan oleh BMKG sendiri, Wilar mengaku jika pihaknya telah melakukan sejumlah hal, selain memberikan informasi kepada pemerintah.

“Kita mengedukasi nelayan supaya memperhatikan cuaca saat melaut. Kita juga mengedukasi petani khususnya jagung dan padi, terakhir kita juga mengedukasi masyarakat menyelamatkan diri saat bencana,” tandasnya. (adv)

Pos terkait