GOW Pohuwato Gelar Workshop Untuk Permantap Penggunaan Bahasa Gorontalo

  • Whatsapp
Ketua GOW, Suharsi Igrisa saat memberikan sambutan saat workshop penggunaan bahasa Gorontalo yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Pohuwato, Sabtu (16/10/2021).

60DTK, Pohuwato – Sebanyak 50 peserta dari 17 organisasi perempuan di Kabupaten Pohuwato mengikuti Workshop Speaking yang digelar oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pohuwato bidang pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Bupati (Wabup) Pohuwato itu menghadirkan Nurmin Mertosono sebagai pemateri, dan dihadiri oleh Wabup Pohuwato, Suharsi Igirisa didampingi perwakilan TP PKK Pohuwato, Olis Mbuinga. Sabtu (16/10/2021).

Bacaan Lainnya
Ketua GOW, Suharsi Igrisa saat memberikan sambutan saat workshop penggunaan bahasa Gorontalo yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Pohuwato, Sabtu (16/10/2021).

Selaku Ketua GOW Pohuwato, Suharsi Igirisa mengucapka terima kasih atas kehadiran dari perwakilan organisasi perempuan yang telah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh GOW dengan harapan kiranya dapat diikuti dengan baik, sungguh-sungguh, dan tekun.

“Melalui public speaking bahasa daerah Gorontalo kita tingkatkan kualitas wanita Pohuwato sehingga dipandang sangat baik, khusunya bagi kita dalam berbahasa Gorontalo. Karena bahasa daerah itu merupakan identitas bagi kita yang ada di daerah, dan kita yang masih di wilayah Gorontalo harus tahu bahasa Gorontalo,” ungkapnya.

Ia mengingat, bagi orang yang bukan asli Gorontalo kiranya bisa menggambarkan saja bagaimana bahasa Gorontalo, sehingga walaupun tak mahir minimal beberapa arti dan makna bahasa Gorontalo bisa diketahui.

Di sisi lain Suharsi juga menjelaskan bagaimana bahasa Gorontalo yang benar, yang fasih, karena bahasa Gorontalo itu salah satu kata atau penyebutan, maka maknanya akan beda.

“Bacaan yang salah sehingga pengertiannya juga pasti beda. Seperti kata dila, dila itu bisa diartikan lidah, atau salah membahasakan bisa jadi tidak, ini dari ucapan atau dialeg kita. Maka hal ini yang perlu dipermantap pada kegiatan tersebut,” lanjut Suharsi.

Ia mengakui, walaupun sudah tahu bahasa Gorontalo, tapi bahasa itu harus dipermantap lagi melalui pemateri atau pun kegiatan-kegiatan seperti ini.

“Pemateri bukan menggurui tetapi meluruskan, membenarkan, menambah wawasan kita dalam bahasa Gorontalo. Oleh karena itu, terima kasih banyak atas kehadiran dan perkenannya mengikuti kegiatan kami,” tutup Suharsi. (adv)

 

Pewarta: Efendi Hasan

Pos terkait