Gubernur Tegaskan Tidak Ada Lagi Guru Yang Pindah ke Struktural

  • Whatsapp
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah, kemeja putih, upia karanji) berfoto bersama usai memberikan pembinaan dan arahan kepada perwakilan guru SMA/Sederajat, di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (20/02/2020). Foto : Nova/Humas.

60DTK – Kota Gorontalo : Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menegaskan, tidak ada lagi guru yang pindah ke struktural. Hal itu disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada guru-guru SMA/Sederajat se – Provinsi Gorontalo, di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (20/02/2020).

Baca Juga : Indra Yasin Akan Uji Kemampuan Guru – Guru Bersertifikat Di Lingkungan Gorut

Bacaan Lainnya

“Saya tidak mau lagi ada guru yang pindah ke struktural, tidak boleh. Kalau ada yang mau masuk ke Gorontalo dari Gorut, Pohuwato mau masuk kesini boleh. Tapi kalau guru kita mau ke struktural tidak boleh”, tegas Rusli.

Menurutnya, hal ini juga berkaitan erat dengan mutasi para guru. Rusli meminta, guru yang nantinya dimutasi harus mempertimbangkan faktor kebutuhan di sekolah yang Ia akan tempati.

Baca Juga : Guru Tidak Tetap Di Gorut Akan Terima SK Pekan Depan

“Tolong di mapping semua, satu daerah itu berapa kebutuhan gurunya. Jangan terfokus cuma di satu tempat, disebar penempatannya agar merata. Supaya tidak ada lagi kejadian Kepala Sekolah yang merangkap guru, merangkap pengelola keuangan, merangkap tata usaha. Jangan seperti itu”, kata Rusli.

Dalam melakukan mutasi guru, Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo Sri Wahyuni Daeng Matona mengatakan, terdapat tiga hal yang menjadi bahan pertimbangan, pertama ialah perubahan kurikulum di sekolah lamanya.

“Ada beberapa sekolah yang jurusannya di hapus, otomatis mata pelajarannya hilang, sementara Dia (guru) sudah disertifikasi”, ungkap Wahyuni.

Baca Juga : Guru Dan Tenaga Medis Akan Diprioritaskan Jadi PNS Tahun Ini

Pertimbangan kedua kata Wahyuni, ialah penyesuaian wakut mengajar. Menurutnya, setiap guru memiliki minimal 24 jam mengajar. Jika hal itu tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan akan dimutasi ke sekolah yang memenuhi waktu tersebut.

“Pertimbangan selanjutnya, adalah guru yang masih dalam masa pembinaan. Guru yang terjerat kasus seperti penyalahgunaan dana sekolah, perselingkuhan ataupun guru yang terdeteksi menyebarkan paham radikal, maka Dia harus dipindahkan setelah sebelumnya di bina dulu”, pungkas Wahyuni.

Baca Juga : Fasilitas Dan Jumlah Guru Di SMP Miftahul Huda Kwandang Akan Ditambah

Direncanakan, sebanyak 74 guru SMA/Sederajat se – Provinsi Gorontalo akan dimutasi. Mutasi ini akan dilakukan setelah SK keluar dan ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo. (adv)

Pos terkait