Kakek Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sungai Wilayah Sumalata

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, AKP Syang Kalibato bersama dengan Kapolsek Sumalata dan para saksi saat sedang melakukan olah TKP, Sabtu (4/09/2021). (Foto: Usman 60dtk)

60DTK, Gorontalo Utara – Penemuan mayat seorang kakek berumur 69 tahun di pinggir sungai Desa Mebongo, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara saat ini sedang dalam tahap penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, Syang Kalibato mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan beberapa keterangan dari para saksi serta keluarga korban.

Bacaan Lainnya
Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, AKP Syang Kalibato bersama dengan Kapolsek Sumalata dan para saksi saat sedang melakukan olah TKP, Sabtu (4/09/2021). (Foto: Usman 60dtk)

“Setelah menerima laporan adanya penemuan mayat, saya segera turun ke lokasi dan didampingi oleh Kapolsek dan juga Anggota Polsek Sumatala melakukan olah TKP,” ujar Syang, Sabtu (4/09/2021).

Baca juga: Jembatan Longsor, Akses Lalu Lintas Ulapato A ke Ulapato B Terputus

“Datanya sudah ada, ada beberapa saksi juga sudah kami mintai keterangan dan memang benar sesuai keterangan keluarga dan saksi yang ada, korban memiliki penyakit bawaan, dan kami pun masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Sebelumnya, kakek yang sering disapa Opa Mase ini pergi dari rumah tanpa memberitahu orang rumah. Setelah seharian tak kunjung balik ke rumah, paginya sekitar pukul 06.00, cucunya pergi mencari. Lalu sekitar pukul 06.30 WITA, kakek tersebut ditemukan oleh cucunya di pinggir sungai dekat kebun jagung dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Saya pas pukul 06.00 WITA berangkat mencari, Saya cari ti opa (kakek) di setiap kebun, nah saat itu saya sudah masuk ke kebun-kebun, saya mencari dengan melihat jejak kaki opa, saya ikuti terus jejak kaki itu, kemudian pukul 06.30 WITA akhirnya saya menemukan opa dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa, baru saya pulang minta tolong sama warga setempat, dan setelah itu kembali ke lokasi bersama warga untuk mengevakuasi mayat opa,” ujar cucunya, Aprianto.

 

Pewarta: Usman Dai

Pos terkait