Kemacetan dan Prosentase Kecelakaan Lalin Jadi Topik Pembahasan Cangkrukan Kamseltibcarlantas Ala Polres Tulungagung

  • Whatsapp
Kemacetan dan Kecelakaan
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP. Aristianto Budi Sutrisno (kiri) Saat Memberikan Paparan Seputar Kemacetan dan Prosentase Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Tulungagung Bersama Awak Media se-Kabupaten Tulungagung. (Foto: Achmad 60DTK)

60DTK, Tulungagung – Salah satu faktor penyebab tingginya angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Tulungagung adalah volume kendaraan dan banyaknya area yang menyebabkan trouble spot.

Sementara, penyumbang paling banyak kecelakaan lalu lintas di wilayah Tulungagung adalah berkaitan dengan sepeda motor. Ini membuktikan pengendara sepeda motor mempunyai resiko paling tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Hal ini menjadi topik pembahasan Polres Tulungagung yang dikemas ala Cangkrukan Kamseltibcarlantas di rumah makan Sultan Resto bersama para insan pers se-Tulungagung untuk menyerap gagasan dan masukan dari masyarakat maupun para jurnalis, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Muat BBM Dan LPG, Minibus Di Tulungagung Ini Hangus Terbakar

Dalam dialognya, Kasatlantas Polres Tulungagung AKP. Aristianto Budi Sutrisno mengakui adanya kesamaan dalam hal penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian maupun jurnalis, yang berkaitan dengan pemicu atau penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah Tulungagung.

Walaupun begitu, Aris menyebutkan adanya penurunan prosentase pada semester pertama tahun 2020 yakni sebanyak 33 kasus, dibanding periode tahun 2019 untuk kasus kecelakaan lalu lintas.

Disamping itu, tingkat kemacetan yang ada di kawasan lembu peteng juga menjadi bagian diskusi ala cangkruan Kamseltibcarlantas, dimana ada tiga persimpangan dengan jarak yang berdekatan dan dalam waktu tertentu dapat menimbulkan kemacetan yang panjang.

Seperti yang dikatakan Firman, wartawan dari media Memorandum yang juga ikut pada dialog interaktif itu. Ia menyampaikan, ada area trouble spot lain selain di lembu peteng, yakni jalan raya depan SD 1-2 Kampungdalem, jalan satu arah kawasan Rukun Sejati, dan jalan raya depan Golden.

Doni Iswara, wartawan radio liur juga menegaskan bahwa di jalan satu arah kawasan rukun sejati itu memang misteri. Menurutnya, sudah bertahun-tahun trouble spot di kawasan tersebut belum terpecahkan.

“Saya berharap pak Kasatlantas kali ini bisa memecahkan masalah di kawasan itu, karena pak kasatlantas masih muda dan punya ideologi yang kuat,” kata Doni.

Baca Juga: Polres Tulungagung Apresiasi Partisipasi Pengusaha Menuju New Normal Life

Menjawab dari masukan rekan pers itu, Aris menyampaikan upaya yang telah di lakukan oleh Polres Tulungagung adalah telah memasang Traffic Management Center (TMC) atau pantauan lalu lintas menggunakan kamera.

“Sehingga, operator atau petugas jaga bisa mengatur arus lalu lintas melalui CCTV dengan speaker aktif yang telah dipasang di sisinya,” jelas dia.

Lebih lanjut Kasatlantas Polres Tulungagung itu juga menyampaikan, dalam hal penanganan pasca kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polres Tulungagung telah bekerjasama dengan pihak asuransi Jasa Raharja untuk mempermudah claim asuransi kecelakaan yang telah disepakati dalam kerjasama Memorandum of Understanding (MoU ) Traffic Accident Claim System (TACS).

“Untuk itu, saya harap teman-teman semua dapat memberi masukan, kritikan atau gagasan untuk penyelenggaraan lalu lintas agar lebih baik, ke depanya,” pesan Aris menutup dialog interaktif yang dikemas ala cangkruan itu.

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi

Pos terkait