Warga Desa Kalibatur Gelar Adat Larung Sesaji Tahun Ini Dengan Sederhana

60DTK, Tulungagung – Setiap daerah atau wilayah mempunyai tradisi dan tatanan adat masing-masing. Itu semua tidak lepas dari unsur kebudayaan serta kepercayaan yang telah diturunkan dari nenek moyang terdahulu.

Kepercayaan yang diyakini warga ini, jika bisa menyatu dengan alam dan melestarikannya akan membawa keberkahan dan keberuntungan tersendiri, saling menghormati, dan menjaga semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa selamanya.

Seperti halnya acara tirakatan atau labuh laut atau larung sesaji, yang digelar oleh masyarakat Dusun Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Kamis (2/07/2020).

Baca juga: Perusakan Di Pendopo Yang Libatkan Anggota DPRD, Sudah Ditangani Polres Tulungagung

Acara tersebut memang rutin digelar setiap tahun. Meski begitu, tahun ini acaranya digelar lebih sederhana, untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di kalangan masyarakat.

Kepala Desa Kalibatur, Asim menuturkan, jika tidak ada generasi penerus, otomatis adat budaya yang ada di pesisir pantai tidak bisa lestari.

“Tidak ada jeleknya sama sekali, jika sebagai suku Jawa merawat peninggalan yang sudah dikemas oleh wali terdahulu, yaitu Wali Songo,” ujar Asim.

Baca juga: Muat BBM Dan LPG, Minibus Di Tulungagung Ini Hangus Terbakar

Bahkan untuk merawat tradisi ini, pihak Desa Kalibatur sudah membentuk Lembaga Adat Desa (LAD) sesuai dengan Perbup Nomor 10 tahun 2019, yang bertujuan untuk melindungi adat istiadat budaya Jawa.

Diketahui, gelaran acara itu turut dihadiri oleh perangkat desa setempat, tokoh adat, karang taruna, para nelayan, serta anggota LAD.

 

Pewarta: Sulistiyono