Kemenag RI : Harga Bapok Stabil Cenderung Turun

  • Whatsapp
Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kedua kanan) bersama Kepala BP3 Kementerian Perdagangan RI, Kasan Muhri (pertama kiri), memantau harga dan stok bahan pokok. Senin (22/4/2019). (Foto : Leo/003)

60DTK – EKONOMI : Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri bersama Wakil Gubernur Gorontalo Dr.Drs. Idris Rahim,MM melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok di sejumlah gudang distributor, Pasar Sentral Gorontalo, Pelabuhan Gorontalo dan Gudang Bulog, Senin (22/4/2019).

Dalam jumpa pers di Pasar Sentral Gorontalo Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri menegaskan hampir semua harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019/1440 H stabil cenderung menurun.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Niat Berbagi, Milad Keluarga Habibie Akhirnya Tersampaikan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) April 2019, secara umum harga bapok dibanding bulan sebelumnya relatif stabil, bahkan turun untuk beberapa komoditi antara lain beras, daging ayam ras, daging sapi, dan minyak goreng curah.

“Secara nasional, rata-rata harga beras April 2019 turun 1,00% dibanding bulan sebelumnya, tergambar dari jumlah daerah yang harganya stabil dan turun sebanyak 74 dari 82 kota pantauan (90,24%). Kenaikan harga beras hanya terjadi di 8 daerah, dengan 5 daerah di antaranya hanya naik di bawah 1%,” ujar Kasan.
Jumlah daerah yang mengalami kenaikan di atas 1% juga mengalami penurunan tajam. Pada bulan Januari 22 daerah, bulan Februari 14 daerah, Maret dan April tinggal 3 daerah saja.

Menurutnya, harga beras pada 2019 cenderung turun seiring dengan mulai masuknya masa panen raya. Kendati demikian, Kasan meminta tetap perlu dijaga kecukupan pasokan beras di pasar.

BACA JUGA : Pembangunan RS Ainun Habibie Sampai Pada Tahapan Kajian Evaluasi PT PII

Sementara itu, di Provinsi Gorontalo, kata Kasan, inflasi umum pada Maret 2019 (MoM) lebih rendah dibandingkan inflasi nasional.

“Pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota di Gorontalo perlu mempertahankan dan meningkatkan upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan di daerahnya,” pinta Kasan. (rls)

Pos terkait