Kementerian Kominfo Catat Ada Ribuan Hoaks Tentang Covid-19

  • Whatsapp
(Ilustrasi: Liputan6.com/istimewa)

60DTK, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mencatat ada ribuan hoaks dan disinformasi seputar virus corona (covid-19) di ruang siber (dunia maya) sejak Januari 2020 sampai 23 Desember 2021.

Juru bicara Kementerian Kominfo RI, Dedy Permadi memaparkan, pihaknya telah menemukan 2.036 isu hoaks dan disinformasi soal covid-19 pada 5.294 unggahan di media sosial. Persebaran terbanyak ada di facebook, yakni 4.593 unggahan.

Bacaan Lainnya
Juru bicara Kementerian Kominfo RI, Dedy Permadi saat melakukan siaran pers, Kamis (23/12/2021). (Foto: Tangkapan layar siaran langsung youtube Kementerian Kominfo RI)

“Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5.125 unggahan dan 169 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti,” ujar Dedy melalui siaran pers Kementerian Kominfo, Kamis (23/12/2021).

Terkait vaksinasi covid-19, kata Dedy, Kementerian Kominfo mendapatkan 418 isu hoaks pada 2.507 unggahan di media sosial. Persebaran terbanyak informasi tidak benar soal program pemerintah ini juga masih dari facebook, yaitu 2.315 unggahan.

“Pemutusan akses telah dilakukan terhadap seluruh unggahan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, mereka juga menemukan 50 isu hoaks dan disinformasi soal PPKM pada 1.302 unggahan media sosial. Sama seperti covid-19 dan vaksinasi, persebaran terbanyak juga ada di media sosial facebook sebanyak 1.284 unggahan.

“Pemutusan akses dilakukan terhadap 1.112 unggahan dan 190 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti,” terangnya.

Melihat begitu banyaknya hoaks yang tersebar di media sosial, Ia mengajak semua pihak agar tidak mudah percaya atas setiap informasi yang diterima.

Sebabnya, hal itu bisa menghambat upaya pemulihan yang terus dilakukan pemerintah hingga saat ini. Ia juga berharap masyarakat tidak menganggap covid-19 di Indonesia telah lenyap.

“Mari kita hentikan persebaran hoaks. Tetap gunakan masker, dukung upaya vaksinasi, dan ikut serta dalam menekan angka persebaran covid-19 di tanah air,” tutupnya.

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait