Maa Ledungga: Pesta Seni Jelang Panen Padi Telah dimulai

60DTK – Gorontalo: Maa Ledungga pesta seni jelang panen padi telah dimulai. Ini merupakan perayaan Maa Ledungga yang kedua setelah dilaksanakan pada akhir tahun 2018 kemarin. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh perupa dan seniman Gorontalo.

Maa Ledungga sendiri bila diartikan secara harfiah ialah telah tiba/datang. Proses di mana masyarakat Gorontalo dulu menyambut atau merayakan jelang panen raya padi itu tiba. Perayaan Maa Ledungga pun, kini dikemas lebih menarik lagi. Ada unsur kesenian yang coba ditampilkan oleh perupa dan seniman Gorontalo. tujuannya untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya yang ada di Gorontalo.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Huntu Raya, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, telah resmi dimulai dan akan berlangsung hingga 28 Desember 2019. Dalam perayaan Maa Ledungga sendiri, akan memamerkan sejumlah karya perupa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Wayan Seriyoga Parta, selaku kurator dalam acara pameran karya seni rupa Maa Ledungga mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dikerjakan oleh perupa Tupalo dan bekerja sama dengan masyarakat sekitar.

“Kegiatan pameran ini kami desain khusus di ruang publik, dan menyulap gilingan padi milik warga setempat untuk dijadikan tempat pameran. Dalam pameran ini kami menampilkan karya-karya perupa nasional. Ada perupa yang datang dari Jogja, Jawa Timur, Bali, Jakarta dan Makasar,” ujar Wayan dalam sambutannya di acara Maa Ledungga tadi malam, Rabu (11/12/2019).

Wayan juga menuturkan, kalau kegiatan ini merupakan kegiatan kebudayaan yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan masyarakat.

Selain Wayan, Oei Hong Djien atau biasa disapa OHD, seorang kurator sekaligus pemilik museum OHD di Magelang, Jawa Tengah. Juga turut memberikan pengalamannya hadir di kegiatan Maa Ledungga.

Menurut OHD, bahwa seni dan budaya di Gorontalo sangat bagus. Apalagi jika kegiatan Maa Ledungga ini terus menjadi agenda tahunan, bisa memicu semangat para pelaku seni rupa untuk terus berkarya.

“Ini kali pertama saya datang di Sulawesi, dan Gorontalo lah yang pertama. Saya melihat daerah ini begitu subur, subur tanahnya, begitu pula dengan keseniannya termasuk seni rupa. Ini merupakan satu kebanggaan bagi saya bisa berkunjung ke sini,” kata OHD saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara pameran seni rupa di Maa Ledungga, Rabu (11/12).

Ia juga mengatakan, lini kebudayaan seperti ini harus dipertahankan. Karena ia tidak lebih rendah dari politik dan ekonomi. Makanya perlu juga dukungan dari seniman, masyarakat, dan pemerintah.

“Dalam membangun negara, kalau kita hanya mementingkan ekonomi, yang terjadi  hanya ekonomi animals. seperti sekarang ini, banyak korupsi. Kalau mementingkan politik semua gila kuasa, seperti sekarang yang terjadi. Kita harus berani membuat seni rupa menjadi panglima seperti yang dikatakan Gus Mus dalam orasinya di Museum OHD.”

Sehingga dalam memajukan seni rupa, kita tidak perlu menunggu ekonomi stabil dulu, politik stabil dulu baru membangun budaya. Yang terpenting kita harus membangun manusia dengan budayanya.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.