Pameran Tunggal “Story-Line” Rizal Misilu Resmi di Gelar

60DTK – Gorotalo: Pameran tunggal Rizal Misilu yang bertajuk “Story-Line” telah resmi digelar di Riden Baruadi Gallery. Pameran seni gambar ini akan menampilkan 31 karya dari Rizal Misilu yang mulai terpajang di Riden Baruadi  dan dibuka dari tanggal 30 November – 9 Desember 2019.

Rizal Misilu sendiri merupakan seorang seniman gambar yang berasal dari Gorontalo, tapi telah lama merantau dan berkarir di Yogyakarta dan Jakarta.

“Dalam riwayatnya sendiri, Rizal memang lahir di Gorontalo, tapi setelah dua tahun ia lahir ia pindah bersama keluarga ke Manado, lalu pindah lagi ke Yogyakarta dan Jakarta, dalam berpindah-pindah lintas Kota dan Pulau itu ia lakukan seorang diri dan dari dua Kota Besar Yogyakarat – Jakarta ia mulai meniti karir sebagai seniman,” kata Syam Terajana saat membuka press tour di Riden Baruadi Galery sembari mengajak para wartawan melihat karya-karya Rizal Misilu yang sudah terpajang, Sabtu (30/11/2019).

Selain itu, pengambilan tema pameran tunggal dengan tajuk “Story-Line” menurut Rizal sendiri yang secara harfiah berarti ‘alur/garis cerita’. Menurutnya, selaku seniman gambar, alur atau garis itu mengandung cerita, cerita tentang kehidupan manusia dan sekitarnya.

“Jenis karya seni yang dipilihnya, yakni gambar dengan menggunakan teknik menggambar (drawing), memang mengandalkan garis dari sebilah pena untuk menghasilkan sebuah karya yang mengandung makna,” tambah Syam.

Menurut Rizal, pameran tunggal yang dilaksanakan oleh teman-teman di Riden Baruadi Gallery yang merupakan sentrum kebudayaan di Gorontalo membuat dia merasakan nuansa kerinduan akan kampung halaman

“Melalui pameran ini, saya ingin berkesempatan merasakan kembali ke-Gorontalo-an saya, salah satu alasan yang menjadi motivasi juga untuk membuat pameran tunggal di Gorontalo.” kata Rizal.

Karena ini pameran pertamanya di Gorontalo, Rizal belum bisa berharap banyaknya apresiasi terhadap karya-karyanya ini. Walaupun butuh persiapan khusus, seperti pengangkutan karya-karyanya dari Yogyakarta ke Gorontalo yang memakan ongkos dan waktu, serta risiko kerusakan karya.

“Terkait target saya dalam pameran ini tak muluk-muluk, saya bisa pulang kampung saja, berbagi cerita, dan karya-karya saya dipajang teman-teman di sini, itu sudah cukup membahagiakan saya,”  ungkap Rizal.

Kurator dalam pameran ini, I Wayan Seriyoga Parta, melihat karya-karya Rizal itu seperti sebuah alur atau garis kehidupan manusia. Dia membaginya ke dalam beberapa bagian, yakni konflik, perenungan, keterbatasan dan cinta.

“Jika melihat ini, Bang Rizal lengkap menceritakan tentang pengalaman hidup,” ujar Wayan dalam sesi press tour.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.