Pilkada Rentan Konflik, Mendagri Minta Kesbangpol Jaga Stabilitas Keamanan Negara

60DTK-Nasional: Dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan negara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) seluruh Indonesia untuk turut mengawal dan menyukseskan lima program prioritas pembangunan nasional.

Hal tersebut Ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kesbangpol di Gedung F Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (9/01/2020).

Baca juga: Kesbangpol Kabgor Aktif Laksanakan Silent Operasi

“Kesbangpol tugas kita penting, mengamankan kebijakan untuk investasi, menjaga pertumbuhan ekonomi. Rekan – rekan perlu berkomunikasi dengan stakeholder lain di tingkat provinsi termasuk waktu ngobrol dengan kepala daerah juga bisa memberikan masukan, kemudian juga dengan bawahan, instansi yang lebih bawah. Di tingkat kabupaten/kota termasuk di desa, jangan sampai kepala desa kemudian ego sektoral-nya tinggi, tidak paralel dengan kebijakan pusat yang ingin menarik investasi sebanyak – banyaknya,” ujar Tito panjang lebar.

Menurutnya, stabilitas politik dan keamanan akan sangat mempengaruhi pembangunan di pusat maupun di daerah. Oleh karena itu, Ia berharap Kesbangpol mampu menjaga stabilitas dan bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam meredam konflik maupun potensi konflik yang ada.

Baca juga: Di Makassar, Kesbangpol Bertemu Konsoler Jepang

“Jaga betul situasi keamanan politik. Politik terganggu pasti keamanan berdampak, kerena politik melibatkan massa. Jadi politik dan keamanan harus kita jaga supaya tetap landai terus, ada konflik sedikit cepat proaktif, selesaikan, bantu untuk mediasi. Peran dari Kesbangpol menjadi sangat penting di bidang ini, bersama dengan TNI/Polri dan lain – lain, kemudian selesaikan agar tidak menjadi pecah dan menjadi konflik massal,” ujarnya.

Ia mengingatkan, menyambut Pilkada 2020, banyak potensi konflik yang perlu diantisipasi, karena pertarungan politik seperti Pilkada sangat erat kaitannya dengan konflik. Untuk itu Ia menitipkan pada Kesbangpol, terutama bagi 270 daerah di Indonesia yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020, untuk melakukan antisipasi konflik agar tidak menimbulkan perpecahan maupun korban jiwa.

Baca juga: Ini Cara Kesbangpol Gorontalo Sambut HUT RI Ke 74

Trigger paling berbahaya adalah ketika terjadi kontestasi politik; Pilkada, Pilpres, Pileg itu memang pemilihan umum. Itu adalah tanda terpenting dari demokrasi. Maka dari ini rekan – rekan, tahun ini kita menghadapi 270 Pilkada, ini artinya akan mengandung potensi konflik, kita harus bisa mengelola demokrasi ini agar tidak meledak menjadi potensi konflik, kekerasan apalagi menimbulkan korban,” tukas Tito mantap pada peserta pembukaan Rakor Kesbangpol.

Diketahui, dalam pembukaan Rakor Kesbangpol tersebut, turut hadir pula Kaban Kesbangpol Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Bidang Fasilitasi Pembinaan Politik, Dedy Paliyama. (rls)

 

Sumber: Puspen Kemendagri

Comments are closed.