Ridwan Yasin Beri Penguatan Kepada Peserta Bimtek Penanganan Covid-19

Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Ridwan Yasin Memberikan Penguatan Kepada Peserta Bimtek Terkait Penanganan pandemic Covid-19, Berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (16/09/2020). Foto: Usman 60DTK

60DTK, Gorontalo Utara – Sebanyak 25 peserta yang akan mengikuti bimbingan teknis penanganan Covid-19 di Bandung, mendapatkan penguatan dari Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Ridwan Yasin.

Menurut Ridwan, kegiatan bimtek kali ini berbeda dengan biasanya, karena diarahkan pada penanganan Covid-19.  Pesertanya pun tidak lain adalah Kepala Puskesmas se-Gorontalo Utara.

“Baru saja saya memberikan penguatan kepada para peserta bimtek terkait dengan penanggulangan Covid-19. Dan saya kira ini satu bimtek yang sangat penting untuk diikuti. Karena, ini hal baru,” ungkap Ridwan saat diwawancarai usai memberikan penguatan kepada para peserta, bertempat di Kantor Dikes Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (16/09/2020).

Baca Juga: 6.920 KPM Di Gorontalo Utara Dapat Bantuan Sosial Beras Dari Pemerintah Provinsi

Ridwan berharap kepada para peserta, untuk bisa mengikuti bimtek ini dengan baik. Sebab, manfaatnya itu sangat penting, apalagi dalam menangani penyebaran pandemic Covid-19 yang saat ini sedang mewabah.

“Karena bapak/ibu yang biasanya berbaur dengan masyarakat, dan saya berharap, para bapak dan ibu bisa mengikuti dengan sebaik – baiknya. Dan, pengalaman yang di dapat dari kegiatan tersebut dapat mempermudah tugas-tugas terkait dengan subtansi yang akan dibahas,” tutupnya.

Baca Juga: Gorut Akan Terapkan Denda Bagi Pelanggar Protkes

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Rizal Yusuf Kune menambahkan, pelaksanaan bimtek kali ini bukanlah studi banding. Akan tetapi ini lebih mengarah kepada evaluasi persoalan penanganan pandemic Covid-19 di lapangan.

“Ini kita bukan studi banding, tapi bimbingan teknis persoalan bagaimana cara mengevaluasi, penanganan Covid-19 di lapangan. Mereka pun akan mengikuti kegiatan ini selama 4 hari, dan diikuti oleh masing – masing kepala Puskesmas, kemudian ada pendampingan dari dinas kesehatan, termasuk petugas surveillance dan epidemiologi,” jelas Rizal. (adv)

 

 

 

Pewarta: Usman Dai