Satreskoba Polres Tulungagung Ringkus 40 Tersangka Dalam Waktu Sebulan

60DTK–Tulungagung: Dalam kurun waktu satu bulan, Satreskoba Polres Tulungagung berhasil mengungkap 37 kasus, dengan 40 tersangka dari berbagai lokasi penangkapan di wilayah hukum Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung, Eva Guna Pandia mengatakan, dari seluruh tersangka yang berhasil diringkus, di antaranya ada satu orang bandar narkoba, serta enam residivis (orang yang sebelumnya pernah dihukum, dan kini mengulangi kejahatan serupa).

Baca juga: Satlantas Polres Tulungagung Kini Punya TMC Untuk Pelayanan Lebih Maksimal

Sementara barang bukti yang disita di antaranya 12,83 gram shabu, 4.330 pil dobel L, dan 3 buah pil psikotropika. Tidak hanya itu, Eva mengaku bahwa pihaknya juga berhasil mengamankan uang hasil penjualan sebesar Rp3 juta 420 ribu.

“Dalam rilis ini kami mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, unsur Forkopimda Tulungagung, serta BNN, untuk bersama – sama memberantas barang haram ini. Bukan hanya di Tulungagung yang peredaran narkotika – nya tinggi, tapi di daerah lain juga demikian,” papar Eva, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Tulungagung, Kamis (20/02/2020).

Baca juga: 260 Peserta Ikuti Lomba Mewarnai Ikon Polres Tulungagung

Memang menurutnya, kasus narkoba di Indonesia terhitung sangat tinggi. Oleh karena itu, penting untuk semua unsur bisa memberantas hal tersebut bersama – sama.

“Petugas telah berhasil mengamankan seluruh barang bukti narkoba tersebut sebelum jatuh ke tangan konsumen. Apabila barang terlarang itu sampai ke anak di bawah umur atau pelajar, tentu akibatnya sangat buruk sekali. Dari seluruh barang bukti yang disita, jika dirupiahkan bisa mencapai Rp100 juta. Sedangkan, dengan jumlah tersebut setara dengan terselamatkannya 90 orang dari pengaruh narkoba. Jumlah tangkapan terbesar kami ada di wilayah Karangrejo,” ungkapnya panjang lebar.

Baca juga: Kerja Sama Dengan SCTV, Polres Tulungagung Gelar Lomba Tertib Lalu Lintas

Diketahui, dari pemetaan yang dilakukan petugas berdasarkan pengakuan para tersangka, ternyata narkoba tersebut dibawa dari wilayah timur dan selatan Tulungagung, di antaranya dari Kecamatan Ngunut, Rejotangan, Boyolangu, dan Bandung.

 

Pewarta: Hari Suhartono

Comments are closed.