Sebanyak 59.705 Liter Minyak Goreng Curah di Gorontalo Sudah Tersalurkan

  • Whatsapp
Provinsi Gorontalo
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, didampingi Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Kapolda Gorontalo dan Danrem 133/NWB pada pendistribusian minyak goreng curah di Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Sabtu (2/4/2022). Foto: Valen.

60DTK, Gorontalo – Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah menyalurkan sebanyak 59.705 liter minyak goreng curah ke masing-masing kabupaten/kota.

Minyak goreng curah ini di jual dengan harga sebesar Rp13.000 kepada para pedagang toko, pengecer serta warung-warung.

Bacaan Lainnya

Penyaluran minyak goreng curah ini di mulai dari Kabupaten Gorontalo tepatnya di Kecamatan Limboto dan Telaga sebanyak 9.280 liter.

Kemudian di Kabupaten Pohuwato sebanyak 10.007 liter serta di Kabupaten Gorontalo Utara yang berpusat di Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Anggrek.

“Kami laporkan Pak Gubernur, untuk minyak goreng curah kurang lebih sudah 60 ribu liter berhasil di salurkan ke masing-masing kabupaten/kota melalui pengecer dan pedagang toko serta warung,” jelas Kepala Dinas Kumperindag, Risjon Sunge, Sabtu (2/4/2022).

Risjon menambahkan, minyak goreng curah ini merupakan hasil perjuangan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Kementerian Perdagangan. Atas perjuangan tersebut, Kementerian Perdagangan akan mendistribusi 1 juta liter setiap bulannya selama tiga bulan ke depan.

“Dan Insya Allah minggu depan lagi akan masuk sebanyak 20 ribu liter untuk minyak goreng curah. Untuk yang kemasan sederhana, sudah tersalurkan sebanyak 10.000 liter dan akan masuk lagi minggu depan sebanyak 30 ribu liter,” tambah Risjon.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menekankan kepada pengecer dan pedagang toko serta warung-warung untuk tidak menjual minyak goreng curah ini lebih dari Rp14.000 per liternya,

Rusli juga meminta warga untuk melaporkan jika ada pengecer, pedagang toko dan atau warung yang menjual di atas harga Rp14.000.

“Jika kalian menemukan minyak goreng curah ini dijual harga di atas Rp14.000, laporkan ke Polsek dan Babinsa setempat,” pinta Rusli. (ksm/rls)

Pos terkait