SMSI Serukan Perangi Hoax demi Kondusifitas Nasional

60DTK, Jakarta – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus menyesalkan berbagai kalangan untuk mencapai tujuan menghalalkan berbagai cara, termasuk menggunakan influenser dan buzzer, sehingga untuk masa tertentu masyarakat akan terus terbelah.

Hal ini juga menurut Firdaus, menjadi faktor munculnya banyak informasi yang salah di kalangan masyarakat. Hingga sebelum dan Pasca Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-Undang pada Senin (5/10), pro dan kontra semakin menajam.

Dikatakannya, pembelokan informasi paling masif terjadi pada klaster ketenagakerjaan yang disinyalir motifnya beragam. Padahal, semangat dari UU Cipta Kerja adalah memberikan perlindungan secara komprehensif terhadap pekerja.

”Media menyajikan kritik konstruktif itu sebuah kewajaran, tujuanya sebagai penyeimbang. Karena pers bagian dari pilar demokrasi bangsa. Namun melihat realitas di lapangan, khususnya di seluruh tanah air muncul disinformasi, tanpa check and balance. Saya mendapatkan informasi itu lewat pesan yang sampai ke saya secara langsung,” terang Firdaius dilansir dari siberindo.co.

Di tengah pandemi saat ini lanjut Firdaus, SMSI berharap agar seluruh pengurus dan anggota di penjuru nusantara dapat mengkonsolidasikan informasi yang di dapat.

“Khususnya kepada karyawan, jurnalis di lapangan, untuk meluruskan informasi yang didapat. Ini sebagai upaya mendukung dan menciptakan kondusifitas,” ujar Firdaus.

“Jaga sikap kita, berada pada jalur yang benar. Dan tidak mengambil kebijakan sendiri-sendiri yang akan membuat kita semakin lemahnya citra dan tatanan berbangsa dan negara,” pintanya.

Sebagai organisasi perusahaan media, Firdaus juga meminta seluruh anggota dan pengurus SMSI untuk membina karyawan khususnya jajaran manajemen dan redaksi tetap produktif di tengah keterbatasan yang dihadapi. Ini juga sebagai upaya dalam menjaga keseimbangan informasi.

“Terakhir, SMSI sebagai organisasi perusahaan media yang di dalamnya berhimpun para pengusaha media siber, berharap perusahaan media tetap menyajikan informasi yang benar, akurat dan berimbang. Ini dapat dipahami secara utuh oleh publik, sehingga tercipta iklim bisnis yang baik,” tutupnya. (rls)