Tenaga Kesehatan di Kabgor Minta Insentif Dinaikkan

  • Whatsapp
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat menanggapi sejumlah pertanyaan pada Dialog Refleksi 4 Tahun Kepemimpinan Nelson Pomalingo Dalam Bidang Kesehatan, di Pentadio Resort, Senin (09/12/2019). (Foto - Humas Pemkab Gorontalo)

60DTK-Kabupaten Gorontalo: Tenaga kesehatan di Kabupaten Gorontalo meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memperhatikan dan menaikkan upah insentif pada tahun 2020. Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas Tabongo, Jeinfer Rivian Lestyorini pada dialog refleksi empat tahun kepemimpinan Nelson Pomalingo Dalam Bidang Kesehatan, di Pentadio Resort, Senin (09/12/2019).

Jeinfer memaparkan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi landasan permintaan kenaikan insentif itu, salah satunya karena melihat besaran insentif bagi tenaga kesehatan di pusat kota dan pedesaan yang masih sama.

Bacaan Lainnya

“Contohnya, dokter yang tugas di Limboto dan di desa itu insentifnya sama. Aspirasi ini mewakili dokter – dokter yang bertugas di wilayah Kabupaten Gorontalo,” ujarnya.

Baca juga: Tahun Depan Gaji Aparat Desa Di Kabgor Naik 300%

Menanggapi hal ini, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengungkapkan, pemerintah daerah memang akan menaikkan insentif bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), termasuk tenaga kesehatan di Kabupaten Gorontalo.

“Kita punya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Seluruh pegawai negeri kita itu naik (Insentif). Cuman mungkin teman – teman dokter ini membandingkan dengan daerah lain, sehingga mereka lihat ada kekurangan,” ujar Nelson kepada sejumlah wartawan usai dialog.

“Cuman kita harus sadari juga bahwa pelayanan di Kabupaten Gorontalo begitu besar, pasti dokternya begitu banyak dibanding daerah yang lain,” imbuh Nelson.

Baca juga: Tahun Depan, Tunjangan BPD Kabgor Akan Naik 100%

Meski begitu, Ia tidak akan mengesampingkan aspirasi tersebut. Ia mengatakan, bahwa hal ini akan menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo di waktu mendatang.

“Saya sudah meminta kepada Pak Kadis Kesehatan untuk memasukan data mana yang dimungkinkan kita melakukan perbaikan dana insentif tadi. Tapi intinya, kenaikan dana insentif untuk semua. Bahkan kepala desa naik tahun depan,” pungkas Nelson.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir mengaku, insentif tenaga kesehatan baik PNS dan honorer di Kabupaten Gorontalo memang masih cukup rendah dibanding daerah lainnya di Provinsi Gorontalo.

Baca juga: 2019 Ini, Nelson Targetkan Investasi Kabgor Capai Rp2 Triliun

“Tapi insyaallah ke depan seperti disampaikan Pak Bupati tadi, nantinya saya dimintai data dan usulan, ini jadi perhatian beliau. Semoga di tahun 2020 akan ada peningkatan,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait