Bupati Blitar Kunjungi Desa Wisata Hortikultura di Program Jumat Sehat Pekan Ini

60DTK-Blitar: Dengan bersepeda, Bupati Blitar, Rijanto, didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Blitar, melakukan kunjungan ke Desa Wisata Hortikultura, yakni Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat (6/03/2020).

Dalam kunjungan yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar setiap hari Jumat ini, Rijanto memang berusaha melihat potensi – potensi yang ada di setiap desa, yang bisa menjadi kebanggaan kabupaten. Kunjungan ini pun diberi nama Jumat Sehat.

Lihat juga: Kabupaten Blitar Masuk Dalam Program Smart City

Kali ini, menemukan potensi yang ada di Desa Karangsono, Rijanto mengatakan bahwa sudah tepat desa tersebut dijuluki Desa Wisata Hortikultura, karena hadir dengan potensi tanaman alpukat dan belimbing yang melimpah.

“Semuanya bagus dan hebat. Adapun jenisnya ada markus, aligator, miki, dan masih banyak jenis – jenis lain yang dihasilkan dari petani di sini,” ujar Rijanto kepada wartawan di sela – sela kunjungannya.

Baca juga: Kabupaten Blitar Masuk Dalam Program Smart City Kemenkominfo RI

Lebih lanjut Rijanto mengungkapkan, selain buahnya segar dan manis, berat buah di desa ini pun bisa mencapai 1,5 kg per buah, dengan masa panen yang relatif lebih cepat, karena bisa panen sebanyak dua kali dalam satu musim.

“Dalam umur dua tahun, jenis alpukat ini sudah berbuah,” tandasnya.

Lihat juga: Virus Corona, Bupati Blitar Mengajak Masyarakat Untuk Pola Hidup Sehat

Untuk itu, Rijanto berharap untuk masyarakat setempat yang masih memiliki lahan kosong, untuk bisa memanfaatkan lahannya agar lebih produktif.

“Blitar merupakan Bumi Laya Eka Tantra Adhi Raja yang artinya, tempat dikebumikannya raja – raja nusantara, atau kabupaten seribu candi. Sehingga bisa ditanami apa saja karena adanya keberkahan,” tukas Rijanto.

Baca juga: Pemkot Blitar Siapkan RSUD Mardi Maluyo Untuk Pasien Yang Terpapar Corona

Di tempat yang sama, Kepala Desa Karangsono, Tugas Nanggolo menegaskan, memang awalnya, potensi yang ada di desanya hanya buah belimbing. Namun karena hasil panennya tidak stabil, maka masyarakat desanya beralih ke buah jambu merah dan alpukat.

“Karena alpukat masa panennya adalah musiman dan alpukat yang ada di desa sini tidak mengenal musim, maka alpukat menjadi ikon Desa Karangsono,” tutupnya. (adv/kmf).

 

Pewarta: Achmad Zunaidi

Comments are closed.