Coba Rebut Senjata Polisi, Pelaku Pencurian di Kabgor Ditembak

  • Whatsapp
Coba Rebut Senjata Polisi, Pelaku Pencurian di Kabgor Terpaksa Ditembak

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Seorang pria berinisial UD (46) alias Usu, salah satu pelaku pencurian obat-obatan pertanian di toko cabang PT Agriaku Digital Indonesia di wilayah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo ditembak oleh polisi di bagian betis sebelah kiri dan kanan.

Penembakan dilakukan karena warga Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango ini coba melakukan upaya perlawanan berupa merebut senjata milik polisi, saat dimintai keterangan usai ditangkap pada 5 Januari 2021 lalu di salah satu kos yang ada di Kecamatan Telaga.

Bacaan Lainnya

“Karena dia kita amankan waktu tidur, dia tidak melakukan perlawanan. Ketika kita mengembangkan perkara ini, dia berusaha lari, melawan petugas. Sebenarnya dia mau merebut senjata petugas, beruntung petugas sigap. Kemudian dia lari, diberikan tembakan peringatan tidak mau berhenti. Jadi kita lakukan tindakan tegas terukur,” beber Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Agung G. Samosir, Selasa (11/01/2022).

Satreskrim Polres Gorontalo saat menggelar konferensi pers terkait pencurian di salah satu toko cabang PT Agriaku Digital Indonesia, Selasa (11/01/2022). (Foto: Andi 60dtk)

Mantan Kasat Reskrim Boalemo tersebut menambahkan, residivis kasus tindak pidana pencurian itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Gorontalo.

“Pasal yang disangkakan 363 ayat 2 dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” tandasnya.

Pelaku lainnya yang juga diamankan dan ditahan oleh Satreskrim Polres Gorontalo ialah RRL (25), salah seorang warga Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

Barang bukti yang berhasil diambil oleh petugas dari UD dan RRL kurang lebih 16 dus obat-obatan pertanian seperti noxone, divaxone, dan calaris. Barang-barang ini sudah sempat dijual oleh para pelaku dengan harga sedikit rendah dibanding harga toko. Jumlah kerugian toko ditaksir mencapai Rp38 juta. Adapun alasan mereka melakukan pencurian dilandasi masalah ekonomi.

“Kita masih melakukan pengembangan kasus ini. Kita masih koordinasi dengan polres-polres yang lain, karena diduga mereka juga terlibat aksi pencurian di Boalemo,” jelasnya.

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait