Ditutup Sejak Tahun 2019, SDN 19 Pulubala Akan Jadi Kelas Jauh SKB Pulubala

60DTK, Gorontalo – Terhitung sejak tahun 2019 lalu, SDN 19 Pulubala yang berada di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, telah di tutup.

Sekolah tersebut di tutup karena sudah tidak menarik minat para calon siswa baru di wilayah sekitarnya. Hal ini berdampak pada jumlah peserta didik yang setiap tahun semakin sedikit. Bahkan sebelum sekolah itu di tutup, siswanya hanya tersisa sekitar 20 orang.

Di sisi lain, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020, sekolah yang tidak memiliki peserta didik lebih dari 60 siswa dalam tiga tahun terakhir, tidak akan mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal inilah yang menjadi alasan penutupan sekolah tersebut.

“Ada persyaratan kalau sekolah itu tidak mencapai 60 siswa, tidak akan keluar BOS. Kalau tidak salah, terakhir itu siswanya tinggal 20 orang lebih, sehingga harus di tutup. Karena tidak ada  dana yang bisa gunakan,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo, saat di temui di kantornya, Rabu (12/8/2020).

Zubair menjelaskan, pasca di tutup siswa telah dipindahkan di sekolah yang juga berada di wilayah sekitar, dan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Demikian juga dengan tenaga pengajar dan guru, telah dilebur di sekolah lainnya.

Lebih jauh, Zubair juga menegaskan bahwa gedung SDN 19 Pulubala itu akan tetap dimanfaatkan. Pihaknya telah berencana menjadikan gedung sekolah ini sebagai tempat belajar mengajar (kelas jauh) dari SKB Pulubala.

“Saya sudah intruksikan supaya sekolah itu ditata kembali untuk jadi kelas jauh SKB Pulubala. Karena pak bupati ingin menambah lagi sekolah SKB itu di tiga tempat, termasuk di wilayah Isimu dan Pulubala. Semoga rencana ini segera terealisasi,” tandasnya. (adv)

Pewarta: Andrianto Sanga