Ini Dia 4 Gugus Tugas yang Disiapkan Pemkab Trenggalek Untuk Tangani Covid-19

60DTK-Trenggalek: Dalam rangka melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek, Pemkab Trenggalek sudah membuat tim gugus tugas khusus untuk setiap lini pencegahan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menuturkan, ada empat lini pokok untuk pencegahan Covid-19, dengan gugus tugasnya masing – masing, yakni preventif, kuratif, trashing, dan sosial ekonomi.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Akan Tabah Ruang Isolasi Di RS Untuk Pasien Covid-19

Untuk gugus tugas preventif, bertugas untuk melakukan sosialisasi, menyediakan fasilitas cuci tangan dan bilik penyemprotan disinfektan, serta membuat check point untuk screening.

“Di Kabupaten Trenggalek sendiri ada tiga titik check point. Satu di Durenan untuk mengantisipasi kendaraan dari arah Tulungagung, satu di Tugu untuk jalur Ponorogo, dan Panggul untuk mengantisipasi tracking dari arah Pacitan. Semua kendaraan harus masuk check point dan petugas harus menggunakan APD lengkap,” ujar Nur Arifin, Jumat (27/03/2020).

Baca juga: Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Dukung Langkah Pemkab Untuk Cegah Covid-19

Selain itu, tim gugus tugas ini juga yang berkewajiban untuk melakukan penertiban masyarakat yang tidak patuh dengan instruksi pemerintah, dan beberapa tugas lainnya.

Selanjutnya adalah gugus tugas kuratif, yang bertugas untuk merawat pasien positif Covid-19, mengurus penambahan APD, ekstra puding (makanan) kepada perawat, termasuk juga soal mengurus pasien Covid-19 yang sudah meninggal.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siapkan Lokasi Screening Dan Terowongan Disinfektan Di 3 Titik

Gugus tugas ketiga, yakni trashing, adalah yang bertugas untuk melacak siapa saja warga yang masuk dalam ODR, ODP, PDP, maupun yang positif, termasuk juga mengedukasi ODR untuk mau mengisolasi diri mereka secara mandiri di rumah masing – masing.

“Pemerintah juga akan melakukan rapid test kepada orang yang paling berisiko dan bila ditemukan ada yang positif, pemerintah akan melakukan isolasi lingkungan,” lanjut Nur Arifin.

Baca juga: Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek Semprot Disinfektan Di 2 Titik Untuk Cegah Covid-19

Sementara yang terakhir, gugus tugas sosial ekonomi, yang bertugas untuk menyikapi dampak physical distancing yang dilakukan oleh masyarakat. Untuk ini, Pemkab Trenggalek bahkan sudah menggandeng platform ojek online lokal, Blojek, untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok (berbelanja) secara online, sehingga masyarakat bisa tetap di rumah.

“Selain itu, Pemkab Trenggalek juga menyiapkan kurang lebih 5.000 kartu penyangga ekonomi. Kartu ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak ekonomi akibat pemberlakuan sosial distancing. Kartu penyangga dapat difungsikan menjadi e-money yang bisa digunakan untuk berbelanja di beberapa agen yang telah ditentukan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

 

Pewarta: Hardi Rangga

Comments are closed.