Keren! Gema Paraleptik, Program Baru Pemerintah Kabgor Untuk Cegah DBD

  • Whatsapp
Penandatangan MoU antara Dikes, Dikbud, PMI, dan Kwarcab Pramuka Kabupaten Gorontalo yang disaksikan langsung oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, Senin (11/11/2019). (Foto - Humas Pemkab Gorontalo)

60DTK-Kabupaten Gorontalo: Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Kesehatan dan Dinas pendidikan dan Kebudayaan, melakukan Gerakan Bersama Pramuka Relawan Pemantau Jentik (Gema Paraleptik) dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo, Senin (11/11/2019).

Sehubungan dengan kerja sama itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir menjelaskan tiga tujuan yang mendasarinya.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Ingin Jangkau Masyarakat Di Desa Terpencil, Dikes Kabgor Upayakan Mobil Klinik

Pertama, kata Roni, adalah untuk membuat kesepakatan bersama dalam rangka menjadikan anak didik -terutama anggota Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai juru pemantau jentik.

“Mereka juga perlu jadi pelaksana pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekolah, hingga di rumah mereka masing – masing,” tutur Roni.

Baca juga: Sudah Pramuka Sejak SD, Nelson Mengaku Bangga Terima Penghargaan Satya Lencana Melati

Kedua, memberikan kewenangan kepada guru pembina Pramuka dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk melaksanakan kampanye pemberantasan sarang nyamuk penyebab DBD, sekaligus mengawasi pelaksanaan kegiatan Gema Paraleptik.

Ketiga, membangun kemitraan antara Dikes, Dikbud, Kwarcab, dan PMI Kabupaten Gorontalo untuk menggerakkan masyarakat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan, khususnya pencegahan kejadian DBD untuk menuju kabupaten Gorontalo sehat, cerdas, dan berkarakter.

Baca juga: Hingga 30 Januari 2019, Angka Pengidap DBD Capai 329 Kasus

Tidak hanya itu, kerja sama ini juga dilatarbelakangi oleh karena masyarakat belum melakukan PSN 3M plus secara rutin.

“Banyak faktor menjadi penyebab rendahnya peran masyarakat dalam PSN 3M plus, salah satunya adalah terbatasnya biaya kampanye PSN 3M plus,” ungkap Roni usai penandatanganan berkas kerja sama yang berlangsung di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limboto.

Baca juga: Musim Hujan Tiba, Masyarakat Dihimbau Waspadai Demam Berdarah

Ia juga menilai bahwa anak – anak -khususnya anak sekolah merupakan bagian kelompok masyarakat yang dapat berperan strategis. Pasalnya, jumlah anak sekolah baik SD, SMP, maupun SLTA hampir mencapai 20 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Gorontalo, dan tersebar di semua wilayah, baik di perkotaan maupun pedesaan.

“Menggerakkan anak sekolah juga lebih mudah dibandingkan dengan orang dewasa dalam pelaksanaan PSN 3M plus,” pungkas Roni.

Baca juga: Ulang Tahun Pramuka Ke – 58, Nelson Ungkap Apresiasi Besar Untuk Pramuka

Diketahui, penadatangan berkas kerja sama ini disaksikan langsung oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo yang juga selaku Kamabicab, bersama Kwartir Ranting se – Kabupaten Gorontalo. (adv/rls)

 

Penulis: Andrianto Sanga

Pos terkait