Koi Show Wali Kota Cup, Cara Jitu Pemkot Blitar Giatkan Ekonomi

60DTK, Blitar – Salah satu cara untuk mengembangkan industri IKAN KOI di Kota Blitar adalah dengan mengadakan kontes Koi . Ikan Koi ini dinilai mempunyai muatan internasional.

Hal ini diungkap, Wali Kota Blitar, Santoso saat penutupan lomba ikan Koi di Gedung Kesenian Aryo Blitar, Minggu (16/8/2020).

Selain itu, menurut Santoso, tujuan diadakan Blitar Koi Show Walikota Cup 2020 ini adalah untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat Kota Blitar. Dimana, Kota Blitar merupakan sentralnya industri Ikan Koi yang mensuplai di berbagai daerah.

Baca Juga: Santoso Dan Forkompinda Kota Blitar Ikut Dengarkan Pidato Kenegaraan

Karena tekstur tubuh ikan Koi Blitar sangat bagus, maka, kata Santoso, banyak yang suka. Tambah lagi, warna dari ikan Koi Blitar itu berwarna cerah. Sebab, sarana irigasi yang di bangun oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar dengan cara sistematis.

“Maka, hal itu bisa mendukung kebutuhan air yang diperlukan oleh petani ikan Koi dan juga mempengaruhi pertumbuhan ikan,” tandas dia.

Baca Juga: Dinilai Berhasil Tangani Covid-19, Wali Kota Blitar Dapat Apresiasi Dari DPRD Jatim

Wali Kota Blitar juga mengapresiasi panitia penyelenggara atas keberhasilannya sampai bisa mendatangkan kontestan dari manca negara. Seperti dari Malasyia dan Singapore.

“Untuk itu, Pemerintah Kota Blitar telah menyiapkan reward uang tunai puluhan juta dan satu unit sepeda motor bagi pemenang utama untuk pembinaan,” ujar Santoso.

Lebih lanjut, Santoso berharap, ivent- seperti ini dapat ditingkatkan lagi di tahun-tahun mendatang. Walaupun sekarang ini masih pandemi Covid-19, ivent yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar ini terbilang sukses. Karena, menurut dia, telah diikuti sebanyak 1.168 ikan yang dilombakan dari 419 kontestan.

“Ini bukti dari yang pernah kita adakan sebelumnya. Bahkan tiap tahunnya jumlah peserta selalu meningkat. Tambah lagi, hari ini para peserta lomba dengan tertib mematuhi aturan protokol kesehatan. Sehingga, dapat dipastikan bahwa kegiatan ini tidak akan menjadi klaster baru orang terpapar Covid-19,” pungkasnya. (adv/hms)

 

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi