Memasuki Musim Penghujan, Masyarakat Harap Mewaspadai Penyakit DBD

60DTK – Gorontalo: Memasuki musim penghujan, warga Gorontalo diharapkan agar selalu waspada. Kewaspadaan ini dikatakan oleh dr. Irma Cahyani selaku Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Menurutnya, di setiap musim penghujan beberapa penyakit bisa berkembang, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan ini sangat rentan terjadi di musim penghujan yang selalu terjadi di Bulan Desember.

“Masyarakat harus sadar bahwa DBD itu harus mereka yang tangani, dan terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka. Dengan menjalakan program PSN 3M Plus, apalagi sekarang sudah masuk di Bulan Desember, sudah mulai masuk di musim penghujan. Yah, diharapkan masyarakat mulai menerapkan PSN tadi. Karena biasanya di bulan Januari itu seperti tahun kemarin ada kasus penderita DBD. Dan sudah seharusnya PSN dilaksanakan sepanjang tahun bukan nanti menunggu musim hujan tiba,” kata Irma Cahyani kepada wartawan, Senin (2/12/2019).

Baca: Menanam Serai, Dari Mencegah DBD Hingga Memperbaiki Ekonomi

Irma juga mengatakan, bahwa penyakit DBD ini tidak mempunyai obat khusus untuk penangkalnya. Karena disebabkan oleh virus, dan masuk ke dalam darah kemudian merusak siklus pembuluh darah sehingga menyebabkan kebocoran plasma dalam tubuh manusia. Dari akibat kebocoran itulah yang menyebabkan sampai ada pendertia DBD meninggal dunia.

“DBD itu tidak ada obat khusus, DBD itu penyebabnya adalah virus, virus Dengue. Jadi virus Dengue ini merusak siklus pembuluh darah yang menyebabkan kebeocoran plasma dalam tubuh. Jadi tidak ada anti virusnya. Penangananya adalah mengganti cairan tadi yang bocor dengan banyak minum air bagi yang penderita DBD tersebut,” ujar Irma saat diwawancarai.

Baca juga: Menurut Data Dinas Kesehatan, Selama Dua Tahun Terakhir Angka DBD Di Gorontalo Masih Tinggi

Ia juga mengatakan, jika merujuk pada data Dikes Gorontalo di tahun 2018 kemarin angka DBD mencapai 906 penderita  atau kasus kejadian sedangkan pada tahun 2019 hingga November mencapai 1092 kasus dan kejadian. Dan yang paling tinggi angka penderita DBD di Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato selama dua tahun terakhir. Maka dari itu, menurut Irma, penting untuk masyarakat terus waspada penyakit DBD ini di musim penghujan.

Kata Irma, yang paling penting menurutnya ialah masyarakat harus menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Karena sebenarnya program 3M Plus ini sudah dari dulu ada dan bahkan sampai saat ini, tapi belum maksimal karena kesadaran masyarakat juga yang kurang.

“Ini juga berhubungan dengan program kita satu rumah satu Jumantik. Paling penting jentik itu yang harus kita minimalisir, karena dia bisa tumbuh dalam waktu satu atau dua hari. Selain Jumantik,  fogging juga bisa digunakan. Tapi harus dipahami fogging ini hanya membunuh nyamuk dewasa bukan membunuh sampai pada jentik atau telur nyamuk yang berada di sarangnya. Nah, ini yang harus diluruskan di masyarakat karena jentik nyamuk itu bisa tumbuh menjadi nyamuk 1- 2 hari saja. dan tidak akan mati dengan fogging secara terus-menerus,” ujar Irma.

Irma Cahyani juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyosialisasikan porgram pencegahan yaitu Jumantik (Juru  pemantau Jentik). Jadi di setiap rumah itu harus ada tugas yang memantau jentik setiap minggu. Dari penampungan air, belakang kulkas, tempat minum, kamar mandi, wc, harus diperiksa. Bak mandi harus disikat supaya jentik nyamuk di situ hilang, jangan lagi nanti ada kasus baru bersih-bersih, ini pola yang salah.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.