Menyusuri Indonesia Sekaligus Bertahan Sebijak Mungkin di Tengah Pandemi

60DTK, Gorontalo – Sudah setahun lebih covid-19 merebak di Indonesia, yang berarti sudah setahun pula masyarakat Indonesia “terpaksa” harus menyesuaikan diri di tengah kepungan covid-19 yang belum berhenti hingga saat ini.

Karantina wilayah, pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kenormalan baru, dan berbagai hal sudah dilakukan agar kehidupan bisa tetap berjalan di tengah pandemi ini.

Taufiq Hippy, saat sedang berada di Pringsewu, Provinsi Lampung. (Foto: Istimewa)

Imbauan untuk terus patuh pada protokol kesehatan, khususnya 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, terus dikumandangkan, baik oleh pihak pemerintah, lembaga-lembaga masyarakat, maupun oleh masyarakat secara umum.

expo

Baca juga: Saya Traveller, Mental Saya Jatuh Karena Covid

Segala hal terdampak. Sektor ekonomi, pendidikan, pariwisata, hingga kesehatan. Pada akhirnya, yang bisa dilakukan hanyalah berusaha menyesuaikan diri sebaik mungkin, dan bertahan sebijak mungkin.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Taufiq Hippy. Pria yang kini sedang menjalankan misi keliling Indonesia itu, mengaku pandemi covid-19 juga sempat menghentikan langkahnya saat akan memulai perjalanan.

“Rencana trip keliling Indonesia ini sudah saya buat sejak 2017, dan sebenarnya perjalanan ini akan saya mulai pada 2020 silam, tapi karena pandemi, rencana ini baru bisa direalisasikan di 2021,” tutur pria yang akrab disapa Upik itu.

Baca juga: Barista yang Bertahan di Tengah Pandemi

Meskipun begitu, Ia mengaku tetap optimis bisa menjalankan misinya untuk mengelilingi Indonesia, menyusuri tiap kota, menikmati segala keindahan alam yang disuguhkan Indonesia untuknya sebagai anak yang lahir dari rahim negeri ini.

Ia juga ingin belajar banyak hal tentang budaya di pelosok-pelosok negeri, berbagi cerita dan menginspirasi, memperluas jaringan, memperbanyak kawan, berinvestasi untuk masa tua.

Taufiq Hippy, saat sedang berada di Gunung Bromo, Provinsi Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Maka, dalam rangka mewujudkan segala cita dan asa itu, pria kelahiran Oktober 1995 itu mulai melangkah sejak 4 Januari 2021 silam. Ia memulai perjalanannya dari tanah kelahiran tercinta, Gorontalo, menuju Sabang dengan penerbangan dua hari. Dari sana, Ia perlahan menuju Timur Indonesia.

Baca juga: Lagi Cari Tempat Liburan Akhir Pekan? Yukk!!! Ke Wisata Religi Desa Bubohu

Meskipun begitu, Ia mengaku karena adanya pandemi, perjalanan itu terasa semakin sulit. Sejak awal, banyaknya administrasi terkait covid-19 yang harus dilengkapi, membuat perjalanannya terasa lebih berat, dan budget menjadi tidak sesuai perhitungan awal.

Namun, Ia merasa itu sudah menjadi risiko melakukan perjalanan di tengah pandemi. Risiko atas mimpi-mimpinya yang harus Ia wujudkan, dengan segala keterbatasan dan halangan di kondisi saat ini.

“Dan, semua aturan di tengah pandemi ini, ya harus tetap dipatuhi, meskipun itu artinya saya harus menekan biaya transportasi atau biaya makan sebisa mungkin, untuk menanggulangi ketambahan biaya administrasi,” tutur pria yang selalu dengan topi sebagai ciri khasnya itu.

Baca juga: ‘BREM’, Jajanan Unik Khas Kabupaten Madiun

Hingga kini, Upik yang merupakan lulusan Teknik Informatika dari Universitas Negeri Gorontalo itu sudah memasuki tujuh bulan trip keliling Indonesia, dan sudah melewati Sumatera, Jawa, dan Bali.

Kini, Ia sedang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan berencana untuk menetap sementara waktu di Lombok, dan bergabung dengan komunitas sosial di Lombok Timur.

Di atas itu semua, Ia berharap pandemi segera berakhir, dan segalanya bisa kembali normal seperti sedia kala. Baginya, Indonesia terlalu indah untuk tidak disusuri hingga ke sumsumnya.

 

Pewarta: Nikhen Mokoginta

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles