Pertamina Perkuat Penyaluran BBM di Tengah Lonjakan Permintaan

60DTK.com – Makassar : Kondisi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) berangsur kondusif setelah berbagai langkah penguatan distribusi dan pelayanan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Dinamika penyaluran BBM dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak terhadap dinamika harga energi. Perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi turut mendorong pergeseran permintaan masyarakat, khususnya ke Pertalite, sehingga menyebabkan antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Bacaan Lainnya

Selain itu, beredarnya informasi yang belum terverifikasi di tengah masyarakat turut meningkatkan kekhawatiran dan mendorong pembelian BBM dalam jumlah lebih tinggi. Peningkatan permintaan bahkan tercatat melampaui periode Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk merespons kondisi tersebut, berbagai langkah penguatan dilakukan pada sisi suplai dan distribusi. Penerimaan BBM dari kapal ke depot ditingkatkan, sementara distribusi diperkuat dengan penambahan 17 mobil tangki.

Operasional distribusi dari depot juga diperpanjang dengan tambahan jam kerja untuk mempercepat pengiriman BBM ke lembaga penyalur.

Di sisi pelayanan, sejumlah SPBU melakukan penyesuaian jalur dengan menambah jalur khusus Pertalite. Titik layanan tambahan juga dibuka melalui SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia sebagai alternatif bagi masyarakat.

Pengaturan pelayanan turut dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap sesuai arahan Dinas ESDM. Koordinasi antara pemerintah daerah, satgas, dan aparat penegak hukum terus diperkuat untuk memastikan penyaluran BBM berlangsung sesuai ketentuan.

Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

Ia menyebut sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari penguatan suplai dan distribusi, penambahan jam operasional SPBU, penyesuaian jalur pelayanan, hingga penambahan titik pengisian.

“Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi di lapangan. Kondisi di sejumlah SPBU sudah mulai kondusif dan langkah penyesuaian akan terus dilakukan sesuai perkembangan,” ujar Okky.

Sementara itu, penyaluran LPG 3 kilogram di wilayah Makassar dan sekitarnya dipastikan tetap berjalan. Untuk menjaga ketersediaan, distribusi LPG ditambah melalui extra dropping sebesar 50 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.

Pemantauan dan evaluasi terhadap penyaluran BBM dan LPG akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah, satgas, dan aparat penegak hukum. Penyesuaian distribusi akan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Masyarakat juga diimbau membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pos terkait